Sempat Tujuh Kali Konsultasi, Rifky Alhabsyi Akhirnya Menyambut Anak Lewat IVF

Perjalanan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani menuju kelahiran anak pertama mereka tidak terjadi dalam waktu singkat. Pasangan ini baru benar-benar sampai pada momen itu setelah melalui rangkaian ikhtiar medis yang panjang, termasuk program bayi tabung atau IVF, hingga akhirnya putra mereka, Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi, lahir.

Yang membuat kisah ini menyentuh adalah kondisi reproduksi yang dihadapi Yulia. Ia mengalami gangguan pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi atau salpingektomi, sehingga kehamilan alami maupun inseminasi tidak lagi bisa ditempuh.

Dalam situasi seperti itu, IVF menjadi satu-satunya jalan yang tersisa. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Primaya Evasari Hospital, dr. Darma Syanty, Sp.OG., Subsp. FER., menjelaskan bahwa pada kasus tuba yang sudah tidak berfungsi, IVF memang menjadi pilihan terbaik untuk memperoleh kehamilan.

Rifky dan Yulia sendiri tidak langsung menjalani program tersebut. Keduanya sudah mempertimbangkan bayi tabung sejak 2022, tetapi baru merasa siap secara mental untuk memulainya pada 2025 setelah melalui banyak pertimbangan.

Sebelum memilih tempat menjalani program, pasangan ini juga mencari banyak masukan medis. Mereka sempat berkonsultasi dengan tujuh dokter hingga satu profesor sebelum akhirnya menjatuhkan pilihan ke Smart Fertility Clinic.

Proses IVF kemudian dimulai lewat Ovum Pick Up atau OPU pada Februari 2025. Setelah itu, tahapan dilanjutkan dengan Frozen Embryo Transfer atau FET pada September 2025.

Dari seluruh proses tersebut, hanya satu embrio yang berhasil berkembang hingga memicu kehamilan yang sehat. Menurut dr. Darma, capaian itu patut diapresiasi karena Rifky dan Yulia tetap menjaga optimisme selama menjalani program yang tidak sederhana ini.

Ia juga menegaskan bahwa kehamilan yang terjadi merupakan anugerah yang sangat berarti. Pernyataan itu sekaligus menggambarkan betapa panjang dan tidak mudahnya perjalanan yang mereka lalui sebelum akhirnya menerima kehadiran sang buah hati.

Persalinan Yulia dilakukan di Primaya Evasari Hospital dengan pendampingan maternal terintegrasi. Rumah sakit itu memakai metode ERACS atau Enhanced Recovery After Cesarean Surgery yang dipadukan dengan TAP Block untuk membantu mengurangi nyeri setelah operasi dan mempercepat pemulihan.

Rifky ikut mendampingi langsung proses persalinan tersebut. Ia menyebut momen itu sangat berharga karena perjuangan panjang mereka akhirnya berujung pada kelahiran anak yang selama ini dinanti.

Kisah ini juga memberi gambaran bahwa penanganan medis yang tepat dapat membuka peluang kehamilan, termasuk pada pasangan dengan kondisi reproduksi yang kompleks. Dukungan dokter, kesiapan mental, dan kerja sama pasangan menjadi bagian penting dalam perjalanan Rifky dan Yulia menuju hadirnya Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi.

Source: www.suara.com
Exit mobile version