Smart glasses mulai mencuri perhatian karena cara pakainya terasa lebih dekat dengan kebiasaan sehari-hari. Di saat yang sama, smartwatch yang selama ini jadi andalan wearable perlahan terlihat bukan lagi satu-satunya pilihan utama.
Perubahan itu membuat pasar wearable bergerak ke arah yang lebih spesifik. Perangkat di pergelangan tangan tetap kuat, tetapi kacamata pintar mulai mengambil ruang baru untuk aktivitas yang menuntut akses cepat tanpa banyak gangguan visual.
Peran smartwatch makin jelas, tapi tidak lagi sendirian
Smartwatch masih punya posisi penting, terutama di urusan kesehatan. Sekitar 45% pangsa pasar wearable masih berada di perangkat pergelangan tangan, dan kekuatan terbesarnya ada pada pemantauan biometrik yang memang lebih cocok dilakukan dari sana.
Apple Watch Series 11 dan model Garmin terbaru masih dipandang sebagai acuan untuk ECG, kadar oksigen darah, dan pelacakan tidur mendalam. Untuk atlet atau pengguna dengan kondisi kesehatan kronis, fungsi ini membuat smartwatch tetap relevan sebagai perangkat pemantau tubuh yang serius.
Di titik ini, perbedaan fungsi mulai terlihat makin tegas. Smartwatch lebih kuat untuk olahraga, tidur, dan pemantauan kesehatan, sementara smart glasses mulai masuk sebagai alat untuk kerja, komunikasi, dan mobilitas harian.
Smart glasses menawarkan alur yang lebih natural
Yang membuat smart glasses menarik bukan cuma karena bentuknya lebih ringan. Cara perangkat ini menyajikan informasi terasa lebih langsung karena pengguna tidak perlu terus mengangkat tangan dan menatap layar kecil di pergelangan.
Informasi bisa muncul secara ambient, sehingga fokus pengguna tidak harus putus dari lingkungan sekitar. Dalam banyak situasi, alur seperti ini terasa lebih alami dibanding kebiasaan lama yang mengandalkan notifikasi di smartwatch.
Dukungan AI multimodal jadi pendorong besar di balik perubahan itu. Dengan Meta AI atau Google Gemini, kacamata pintar disebut mampu memahami apa yang sedang dilihat pengguna dan memberi respons yang sesuai dengan konteks.
Dari pencarian sederhana sampai bantuan real-time
Pola penggunaannya juga mulai bergeser dari sekadar melihat notifikasi. Saat butuh informasi, pengguna tidak harus lagi membuka perangkat di pergelangan untuk mengecek detail kecil.
Contohnya, ketika mencari lokasi Starbucks terdekat, smart glasses bisa mengarahkan pengguna lewat audio atau menampilkan overlay visual yang halus di lensa. Model seperti ini membuat perangkat terasa lebih hands-free dalam banyak aktivitas.
Fungsi serupa juga berguna saat menerima panggilan, menerjemahkan menu asing secara real-time, atau membaca ringkasan notifikasi tanpa harus memutus kontak mata dengan lawan bicara. Di perjalanan, di kantor, atau saat berinteraksi sosial, format itu dinilai lebih praktis.
Baterai dan kontrol baru ikut memperkuat posisinya
Salah satu hambatan besar smart glasses mulai berkurang ketika daya tahannya membaik hingga bisa dipakai seharian untuk penggunaan campuran. Perubahan ini penting karena perangkat seperti ini sebelumnya sering dianggap kurang siap untuk dipakai terus-menerus.
Kemajuan lain datang dari aksesori kontrol baru. Neural Bands, wristband yang membaca sinyal otot untuk mengendalikan kacamata lewat gestur tangan halus, ikut mengurangi kebutuhan layar sentuh di pergelangan.
Masuknya Samsung lewat kacamata berbasis Android XR juga mempercepat pematangan ekosistem. Dampaknya, makin banyak aplikasi yang dioptimalkan untuk antarmuka berbasis suara dan spatial audio.
Arah pasar wearable makin terpecah sesuai kebutuhan
Melihat perkembangan itu, 2026 tampak bukan sebagai momen saat satu perangkat mengalahkan perangkat lain. Yang muncul justru pembagian peran yang lebih jelas di pasar wearable.
Smartwatch tetap kuat sebagai alat pemantau kesehatan, sementara smart glasses bergerak ke arah perangkat harian untuk produktivitas, navigasi, dan interaksi yang lebih ringan. AI yang makin menyatu dengan penglihatan, suara, dan konteks sekitar ikut mendorong pergeseran ini.
Di saat layar di pergelangan tangan masih penting, posisinya mulai bergeser dari pusat utama menjadi salah satu opsi dalam ekosistem wearable yang lebih luas. Untuk banyak pengguna, pilihan sekarang bukan lagi antara jam pintar atau kacamata pintar semata, melainkan perangkat mana yang paling pas untuk kebutuhan yang sedang dijalankan.
Source: tech.sportskeeda.com