Pelantar.id – Survei Kaspersky mengatakan empat dari lima orang atau sekitar 82 persen telah mencoba menghapus informasi pribadi mereka yang tersedia di publik, baik dari situs web atau saluran media sosial, baru-baru ini.

Namun sepertiga atau sekitar 37 persen dari mereka yang disurvei tidak tahu cara menghapus data pribadi di online.

Studi Kaspersky juga menemukan bahwa semakin banyak orang yang tahu bahwa data mereka terancam karena terlalu banyak berbagi data di media sosial.

Dari 15.000 responden dalam survei itu ditemukan bahwa lebih dari sepertiga (34 persen) konsumen telah menghadapi insiden di mana informasi pribadi mereka diakses oleh orang lain tanpa izin.

Baca Juga :   Batam Kenalkan Tudung Manto kepada Rombongan Disparbud Kota Pariaman

Dari insiden ini, lebih dari seperempat (29 persen) mengakibatkan kerugian finansial dan tekanan emosional, dan lebih dari sepertiga (35 persen) telah mengakses perangkat pribadi tanpa izin.

Kesadaran ini meningkat menjadi 39 persen di antara mereka yang berusia antara 25 tahun dan 34 tahun, meskipun pengguna internet yang lebih muda sering diharapkan memiliki tingkat melek teknologi yang lebih tinggi.

Secara keseluruhan, satu dari lima orang merasa prihatin dengan data pribadi yang dikumpulkan layanan tertentu.

Studi serupa juga melaporkan lebih dari setengah warga Amerika tidak akan menggunakan produk atau layanan yang mungkin mengungkapkan informasi pribadi mereka.

techradar