Nama besar di kursi sutradara ternyata tidak selalu mulus saat masuk ke game horor. Di satu sisi, ada proyek yang benar-benar terwujud dan meninggalkan jejak kuat, tetapi di sisi lain ada juga yang berakhir macet, gagal, atau tidak pernah sampai ke bentuk utuh.
Yang menarik, deretan nama ini datang dari latar yang berbeda-beda. Ada sutradara yang sudah lama identik dengan horor, ada yang dikenal lewat film arus utama, dan ada pula yang justru datang dari dunia game lalu kembali menyentuh horor dari sisi yang lebih sinematik.
Sutradara yang benar-benar ikut turun tangan
John Carpenter termasuk nama yang paling dekat dengan game karena keterlibatannya bukan cuma sebatas inspirasi. Ia dikenal lewat Halloween, The Thing, In the Mouth of Madness, dan The Fog, lalu benar-benar terlibat sebagai sutradara cutscene di F.E.A.R. 3.
Ia juga masuk ke proyek Toxic Commando sebagai penulis dan komposer. Di luar itu, kiprahnya di game sempat muncul lewat cameo kecil di The Thing, serta beberapa proyek lain yang tidak jadi terwujud penuh.
James Gunn juga punya jejak yang jelas di ranah ini. Namanya sekarang lekat dengan trilogi Guardians of the Galaxy dan posisinya sebagai co-head DC Studios, tetapi akar kariernya justru tumbuh dari horor lewat naskah Dawn of the Dead dan penyutradaraan Slither.
Keterlibatannya di game paling dikenal lewat Lollipop Chainsaw. Nuansa game itu terasa seperti film horor komedi, dengan dialog khas Gunn dan kehadiran beberapa aktor langganannya.
Jejak besar, tapi proyeknya banyak tumbang
Guillermo del Toro punya reputasi besar lewat Pan’s Labyrinth, Blade II, dan The Shape of Water. Ia juga dikenal sebagai gamer sejati yang berulang kali ingin terlibat langsung dalam pembuatan game.
Masalahnya, hampir semua proyek game yang ia sentuh berujung buruk. Sundown berhenti karena masalah publisher, inSane ikut tenggelam bersama bangkrutnya THQ, dan Silent Hills kandas setelah perpisahan panas antara Hideo Kojima dan Konami.
George A. Romero juga pernah masuk ke jalur yang sama. Sosok di balik Night of the Living Dead ini punya pengaruh besar dalam membentuk zombie modern, termasuk konsep zombie lambat yang memakan daging manusia dan hanya bisa dihentikan dengan tembakan ke kepala.
Di game, Romero sempat dua kali mencoba peruntungan. Ia hampir menyutradarai adaptasi Resident Evil, lalu lewat perusahaan produksinya mengembangkan City of the Dead, sebuah FPS di semesta Living Dead dengan mekanisme mutilasi tubuh yang tergolong maju untuk masanya.
Dari layar lebar ke game modern
Jordan Peele kini ikut masuk ke percakapan ini lewat OD, game horor baru untuk Xbox. Setelah Get Out mengubah citranya dari komedian menjadi sutradara horor papan atas, ia diumumkan bergabung dalam tim penulis yang dijuluki “The Avengers”.
OD juga menghubungkan Peele dengan Hideo Kojima, sosok legendaris di dunia game yang sudah lama dikenal dengan pendekatan sinematik khas. Proyek ini disebut akan menawarkan pengalaman horor yang berbeda dari biasanya.
Alex Garland menempuh jalur yang sedikit berbeda karena ia memang sudah pernah bersentuhan dengan game sejak awal kariernya. Sebelum fokus di film, ia bekerja bersama Ninja Theory dan ikut menulis cerita Enslaved: Odyssey to the West serta berkontribusi pada reboot Devil May Cry.
Setelah itu, Garland membangun reputasi lewat Ex Machina, Annihilation, Men, Civil War, dan Warfare. Ia masih tetap dekat dengan game karena kini terlibat dalam proyek adaptasi Elden Ring yang ia sutradarai.
Jika dilihat dari deretan nama ini, status besar di film tidak otomatis menjamin nasib yang mulus di game. Ada yang berhasil meninggalkan jejak nyata, ada yang hanya menyisakan proyek gagal, dan ada juga yang baru mulai membangun pengaruh di medium interaktif.
Source: www.idntimes.com