Di tengah persaingan MPV keluarga yang makin ketat, Suzuki Ertiga Cruise Hybrid datang dengan modal tampilan yang lebih rapi dan kesan yang lebih premium. Namun, daya tarik visual itu belum sepenuhnya menutup sejumlah catatan teknis yang masih terasa penting bagi konsumen kelas ini.
Penyegaran yang dibawa model ini memang membuat tampilannya naik kelas. Kombinasi warna two tone hitam-putih, aksen chrome di bagian depan, serta body kit baru langsung memberi kesan lebih mewah dibanding versi biasa.
Tampilan luar dibuat lebih berani
Bagian depan Ertiga Cruise Hybrid kini memakai grill black glossy dan lampu utama projector. Di bumper depan, Suzuki juga menambahkan DRL untuk memperkuat karakter wajah mobil.
Sisi samping tetap memakai velg two tone 15 inci yang dipadukan dengan ban Dunlop. Sementara itu, bagian belakang mendapat body kit baru yang dibuat menyatu dengan desain buritan agar tampilannya terasa lebih utuh.
Meski mendapat sentuhan baru, Suzuki masih mempertahankan beberapa perlengkapan fungsional di buritan. Rear wiper, rear defogger, dan sensor parkir bawaan tetap disediakan untuk kebutuhan harian.
Kabin tetap jadi alasan utama dilirik
Masuk ke dalam, kekuatan utama Ertiga Cruise Hybrid masih sama, yaitu kabin lapang dengan konfigurasi tiga baris. Ruang duduk seperti ini tetap penting untuk keluarga yang membutuhkan fleksibilitas saat membawa banyak penumpang.
Suasana interior dibuat sedikit lebih sporty lewat jok fabrik dengan jahitan merah. Di beberapa area dashboard, Suzuki menambahkan aksen karbon agar kabin terasa lebih segar dan modern tanpa mengubah karakter dasar Ertiga.
Kursi baris kedua juga bisa direbahkan dan digeser. Pengaturan itu membantu penumpang belakang mendapat ruang kaki yang lebih nyaman sesuai kebutuhan.
Fitur harian cukup lengkap, tapi belum sempurna
Untuk menunjang penggunaan sehari-hari, mobil ini sudah dibekali auto climate AC, cruise control, bluetooth steering control, electric mirror, dan power outlet untuk penumpang belakang. Suzuki juga masih mempertahankan cup holder pendingin yang selama ini menjadi salah satu ciri khas Ertiga.
Dari sisi kepraktisan, bagasi belakang tergolong luas. Jika ruang angkut perlu diperbesar, kursi baris ketiga bisa dilipat rata lantai supaya barang besar lebih mudah masuk.
Tetap ada catatan yang cukup terasa saat mobil dipakai. Setirnya hanya mendukung pengaturan tilt, tanpa telescopic, sehingga sebagian pengemudi mungkin lebih sulit mencari posisi berkendara yang benar-benar pas.
Bagian yang masih jadi sorotan
Sektor pencahayaan juga belum sepenuhnya mengikuti tuntutan pasar saat ini. Beberapa bagian masih memakai lampu halogen, padahal konsumen MPV keluarga kini makin memperhatikan detail seperti itu.
Sorotan lain datang dari spion tengah kabin yang belum dilengkapi auto dimming mirror. Fitur ini dinilai penting untuk kenyamanan berkendara, terutama saat malam hari.
Yang paling menonjol, rem belakang masih memakai tromol. Di tengah beberapa kompetitor yang sudah menawarkan rem cakram belakang, keputusan ini membuat Ertiga Cruise Hybrid belum terasa lengkap di mata sebagian pembeli.
Hybrid tetap menjadi nilai jual utama
Di balik sejumlah kekurangan itu, Ertiga Cruise Hybrid tetap mengandalkan efisiensi bahan bakar sebagai daya tarik utama. Suzuki membekali model ini dengan sistem hybrid ringan untuk membantu pemakaian yang lebih hemat.
Baterai sistem hybrid ditempatkan di bawah kursi depan. Susunan ini mendukung efisiensi, terutama saat mobil digunakan di lalu lintas perkotaan yang padat.
Karena itu, Ertiga Cruise Hybrid masih punya paket yang cukup kuat untuk konsumen yang mencari MPV keluarga yang irit, lega, dan tampil lebih berkelas. Penyegarannya memang membuat mobil ini terlihat lebih menggoda, tetapi absennya telescopic steering, auto dimming mirror, dan rem belakang cakram tetap menjadi catatan yang sulit diabaikan.





