Pelantar.id – Lingkungan kerja yang buruk dapat mempengaruhi produktivitas, kinerja, bahkan kesehatan Anda. Untuk dalam bekerja banyak aspek yang perlu mendukung untuk menciptakan kenyaman dan kepuasaan bekerja.

Hal tersebut diperlukan karena lingkungan kerja dapat mempengaruhi produktivitas dalam bekerja. Bila Anda berada dalam lingkungan kerja yang tak kondusif maka dalam bekerja pun Anda akan merasakan sebuah beban atau tidak semangat untuk menekuninya.

Untuk itu Anda perlu mengenali berbagai aspek yang membuat Anda tidak nyaman bekerja. Sehingga Anda dapat mengambil sikap apa yang harus Anda lakukan, bertahan atau lanjut?

Dilansir dari liputan6.com berikut ini ada berbagai tanda bila Anda berada dalam lingkungan tak sehat.

1. Sikap merendahkan

Sikap merendahkan atau mempermalukan seperti sarkasme atau main tunjuk menunjukkan perusahaan tersebut tidak menumbuhkan budaya saling menghargai yang berpengaruh terhadap hasil bisnis.

2. Birokrasi yang rumit

Baca Juga :   Asus ZenBook Pro 15 UX580 Berbekal Kursor TouchPad Layar Sentuh

Birokrasi yang berbelit-belit merupakan pertanda perusahaan Anda memiliki lingkungan kerja yang buruk. Ini bisa terlihat saat suatu permintaan atau keputusan berlangsung dalam waktu yang lama dan proses persetujuannya terus dioper ke orang yang berbeda. Birokrasi yang rumit menunjukkan perusahaan tidak menjunjung efisiensi dan produktivitas.

3. Gaya kepemimpinan mikromanajemen

Yang dimaksud dari gaya kepemimpinan mikromanajemen adalah saat atasan mendominasi pekerjanya dan suka mengambil keputusan sendiri. Gaya kepemimpinan ini juga mengandalkan ketakutan dan intimidasi sebagai bentuk kontrol. Pada akhirnya, gaya kepemimpinan seperti ini membuat tim tidak termotivasi dan menghambat kreativitas.

4. Saling menyalahkan

Jika budaya saling menyalahkan sering terjadi di tempat kerja, ini juga menjadi pertanda lingkungan kerja Anda tidak sehat.

Tidak mengevaluasi orang-orang yang suka membelokkan tanggung jawab dan menyalahkan orang lain untuk melindungi diri sendiri berarti perusahaan Anda tidak mendorong akuntabilitas.

Baca Juga :   Novel Baswedan Kembali ke KPK, Ingin Kasusnya Terungkap

5. Atasan yang tidak peduli dengan perkembangan pekerjanya

Tidak ada keseimbangan antara pekerjaan dengan kehidupan. Anda dituntut untuk mengorbankan kehidupan pribadi Anda demi pekerjaan.

Ini bisa terlihat misalnya dari minimnya jatah libur dan tuntutan untuk selalu bisa dihubungi 24/7. Sering diminta untuk lembur atau bekerja lebih dari 50 jam seminggu juga menjadi tanda Anda bekerja di perusahaan yang disfungsional.

6. Bekerja tanpa istirahat

Pegawai dilihat sebagai alat alih-alih sebagai aset dari perusahaan. Lingkungan kerja yang tidak sehat tidak menghargai pekerjanya. Mereka sepenuhnya memandang karyawan sebagai alat produktivitas untuk menghasilkan keuntungan.

Akibatnya, karyawan pun sering merasa lelah, mudah stres, serta tingkat keluar masuk (turnover) pekerja juga tinggi. Jika Anda menemukan diri Anda terjebak di perusahaan dengan ciri-ciri di atas, pertimbangan untuk keluar (resign) atau cari alternatif lain untuk menyelesaikan masalah tersebut.

============

sumber: liputan6.com