Pelantar.id – Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi sebut pemberian imunisasi Measles dan Rubela (MR) di Batam baru mencapai 44 persen. Sementara target yang ditentukan sebanyak 95 persen.

Target imunisasi MR yang dipatok sebanyak 350 ribu anak sampai saat ini baru terealisasi sebanyak 150 ribu anak. Didi mengatakan, faktor utama penyebab sulitnya pencapaian target imunisasi MR ini dikarenakan stigma dari masyarakat masih memandang bahwa imunisasi atau vaksin MR masih haram hukumnya.

“Itu sangat sulit sekali, bahkan boleh saya katakan, target 95 persen pemberian imunisasi MR di Batam mustahil untuk bisa dicapai,” kata dia, Kamis (18/10).

Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi. Foto: Faturrohim/pelantar.id

Didi mengatakan pihaknya menurunkan sendiri target yang sebelumnya 95 persen menjadi hanya sebesar 60 persen saja karena hal tersebut mengikuti patokan target yang dipakai Kementrian Kesehatan.

Baca Juga :   Tempat Ini jadi Pusat Destinasi Wisata di Tanjung Pinang

“Kami sampai menurunkan target dan mengikuti patokan target yang dipakai oleh pusat,” ujarnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Batam agar mau mengimunisasi MR anaknya, pihaknya terus gencar menggelar pertemuan dengan tokoh masyarkat, kepsek, dan berkoordinasi dengan MUI Batam, meskipun sampai saat ini tetap menegaskan imunisasi MR haram.

“Untuk kendala lainnya tak ada sama sekali, hanya masih terhambat di stigma masyarakat saja,” katanya.

Vaksin MR ini adalah pengganti dari vaksin MMR yang sudah hilang dari pasaran, Vaksin ini diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella.

=========
reporter: Faturrohim
editor: Eliza Gusmeri