Tas Darurat Pria Saat Banjir, 5 Barang Ini Sering Terlupakan Padahal Paling Menentukan

Tas darurat untuk banjir sering dianggap bisa disiapkan belakangan, padahal justru saat air mulai naik, banyak akses penting ikut terputus. Di kondisi seperti itu, isi tas yang tepat bisa menentukan seberapa cepat seseorang bertahan, bergerak, dan tetap punya kendali di tengah situasi yang berubah cepat.

Karena banjir kerap datang tanpa banyak jeda, perlengkapan yang paling berguna bukan barang tambahan, melainkan benda-benda yang langsung menjawab kebutuhan paling dasar. Mulai dari dokumen, air bersih, sampai alat penerangan, semuanya perlu dipikirkan sebelum keadaan memburuk.

Dokumen dan data medis jangan diletakkan paling bawah

Isi pertama yang sebaiknya masuk tas darurat adalah dokumen penting yang sudah diamankan di wadah kedap air. KTP, Kartu Keluarga, SIM, paspor, polis asuransi, dan sertifikat tanah termasuk dokumen yang sulit diganti cepat saat keadaan darurat.

Proses penerbitan ulang KTP saja disebut membutuhkan rata-rata 14 hari kerja berdasarkan Permendagri Nomor 76 Tahun 2020. Karena itu, dokumen sebaiknya lebih dulu dimasukkan ke plastik zipper kedap udara, lalu disimpan di tas anti-air sebelum musim banjir datang.

Selain dokumen identitas, catatan medis keluarga juga perlu ikut dibawa. Informasi seperti golongan darah, riwayat penyakit kronis, dan daftar obat rutin bisa membantu tenaga medis di posko pengungsian memahami kondisi pasien lebih cepat.

Air minum jadi kebutuhan yang paling cepat habis

Setelah dokumen aman, cadangan air bersih menjadi barang yang tak kalah penting. Dalam kondisi normal, kebutuhan air minum orang dewasa rata-rata sekitar dua hingga tiga liter per hari, sementara saat bencana kebutuhan itu bisa meningkat karena stres fisik dan psikologis.

Masalahnya, sumber air bersih justru sering terganggu saat banjir. Air PAM bisa berhenti mengalir, sumur bisa terendam, dan air kemasan di pasaran bisa habis dalam hitungan jam setelah banjir terjadi.

Karena itu, tas darurat sebaiknya memuat setidaknya enam botol air mineral 1,5 liter per orang. Cadangan lain yang disarankan adalah tablet purifikasi seperti Aquatabs, yang mengandung NaDCC atau natrium dikloroisosianurat.

Tablet ini mampu membunuh bakteri Escherichia coli, Salmonella typhi, hingga virus hepatitis A dalam satu liter air tercemar hanya dalam 30 menit. Dengan begitu, air yang semula tidak layak pakai masih punya peluang diproses lebih aman dalam keadaan darurat.

Isi P3K perlu menyesuaikan risiko banjir

Kotak P3K standar tetap berguna, tetapi banjir membawa risiko yang berbeda. Karena itu, isi perlengkapan medis sebaiknya lebih spesifik dan tidak hanya berhenti pada perban atau plester.

Perban, kasa steril, antiseptik, obat penurun demam, dan obat alergi tetap perlu masuk. Namun oralit juga penting untuk mengatasi dehidrasi akibat diare, karena diare termasuk salah satu penyakit yang paling sering mewabah pascabanjir.

Krim antijamur juga layak disiapkan karena kulit yang terlalu lama terendam air kotor rentan terkena infeksi dermatofit. Dalam situasi seperti ini, masker N95 lebih disarankan dibanding masker bedah biasa, sementara sarung tangan lateks sekali pakai membantu melindungi tangan saat membersihkan luka atau menyentuh permukaan terkontaminasi.

Penerangan harus bisa bekerja saat rumah gelap

Saat banjir membesar, pemadaman listrik hampir selalu ikut terjadi. Ruangan gelap yang sudah terendam membuat risiko kecelakaan sekunder meningkat, terutama ketika harus memindahkan barang atau mengevakuasi anak.

Untuk kondisi seperti itu, headlamp lebih fungsional daripada senter genggam karena kedua tangan tetap bebas dipakai. Pilih yang tahan air minimal IPX4 dan punya daya tahan baterai minimal 50 jam pada mode redup.

Radio portabel berbasis baterai atau engkol tangan juga perlu ada di tas. Ketika jaringan seluler lumpuh, radio masih bisa dipakai untuk menerima informasi evakuasi dan kondisi lapangan dari RRI secara real-time tanpa internet.

Satu alat bisa menutup banyak kebutuhan kecil

Multitool menjadi perlengkapan yang efisien karena menggabungkan banyak fungsi dalam satu benda. Leatherman Wave+ sering dijadikan acuan karena membawa pisau lipat, tang, gunting, obeng, pembuka kaleng, hingga gergaji kawat dalam bodi baja tahan karat 420HC berbobot 247 gram.

Fungsinya relevan untuk situasi darurat, mulai dari memotong tali, membuka makanan kaleng, sampai memperbaiki perlengkapan evakuasi. Agar mudah diambil saat dibutuhkan, alat ini sebaiknya disimpan di kantong terluar tas dan mata pisaunya dirawat dengan diasah setiap tiga bulan sekali.

Source: www.idntimes.com

Baca Juga

Back to top button