Kalau melihat dua ponsel ini sekilas, pertanyaan paling penting justru bukan mana yang paling mirip, melainkan mana yang paling pas buat kebutuhan sehari-hari. TECNO Spark 50 4G menarik lewat baterai 7000 mAh, sementara Infinix Hot 70 mengandalkan performa yang lebih kencang dan pengisian daya lebih cepat.
Dua-duanya sama-sama masuk jalur ponsel murah dari grup Transsion Holdings, jadi targetnya jelas: layar besar, koneksi 4G, dan harga yang masih ramah kantong. Di atas kertas, keduanya juga punya bekal yang serupa di beberapa sisi, seperti layar IPS LCD 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz, kamera depan 8MP, dan kamera belakang 50MP.
Beda rasa di depan dan belakang
Walau sama-sama membawa layar besar, tampilan fisik keduanya punya ciri yang tidak sama. Infinix Hot 70 memakai modul kamera belakang berbentuk persegi panjang memanjang vertikal, sedangkan TECNO Spark 50 4G tampil dengan modul yang terinspirasi dari desain iPhone 17 Pro.
Infinix Hot 70 juga membawa Active Halo Light di bagian belakang. Lampu ini bisa menyala saat ponsel mengisi daya atau menerima pesan masuk, dan bodinya punya pilihan warna thermo orange yang bisa berubah warna di suhu berbeda.
Mesin yang jadi pembeda utama
Perbedaan paling besar ada di sektor performa. Infinix Hot 70 memakai MediaTek Helio G100 Ultimate, sedangkan TECNO Spark 50 4G dibekali MediaTek Helio G81 Ultimate yang posisinya lebih rendah.
Keunggulan Infinix tidak hanya berhenti di chipset. Helio G100 Ultimate mendukung memori internal UFS 2.2, yang menawarkan baca-tulis data lebih baik dibanding eMMC 5.1 pada ponsel dengan Helio G81.
Kapasitas memorinya juga lebih longgar. Infinix Hot 70 tersedia sampai 256GB, sedangkan TECNO Spark 50 4G hanya sampai 128GB.
Baterai besar lawan isi ulang lebih ngebut
Di sisi daya, TECNO Spark 50 4G membawa angka yang paling mencolok karena baterainya berkapasitas 7000 mAh. Angka itu lebih besar dibanding baterai 6000 mAh milik Infinix Hot 70.
Masalahnya, Infinix Hot 70 justru lebih unggul saat bicara pengisian daya. Ponsel ini mendukung fast charging 45W, sementara TECNO Spark 50 4G hanya 18W.
Infinix Hot 70 juga punya reverse wired charging 10W lewat USB Type-C. Fitur ini membuat ponsel bisa dipakai untuk mengisi perangkat lain dalam kondisi tertentu.
Fitur tambahan ikut menentukan pilihan
Untuk ketahanan, Infinix Hot 70 dibekali sertifikasi IP65. Perlindungan ini membuatnya lebih aman dari semburan air bertekanan rendah dibanding TECNO Spark 50 4G yang hanya membawa IP64.
Di sisi lain, TECNO Spark 50 4G masih mempertahankan audio jack 3,5 mm. Fitur ini tetap penting buat pengguna yang masih nyaman memakai headphone berkabel.
Keduanya sama-sama punya speaker stereo, pemindai sidik jari di tombol daya, dan pemancar inframerah. TECNO Spark 50 4G juga dibekali NFC, sementara Infinix Hot 70 menonjol lewat Active Halo Light dan pilihan warna yang lebih ekspresif.
Harga yang membagi target pembeli
Soal banderol, TECNO Spark 50 4G diposisikan lebih murah. Varian 4/128GB dijual Rp1,9 juta dan varian 6/128GB dibanderol Rp2,2 juta.
Infinix Hot 70 berada di kelas harga yang lebih tinggi. Varian 4/128GB dijual Rp2,1 juta, 6/128GB Rp2,6 juta, 8/128GB Rp3,1 juta, dan 6/256GB Rp3,3 juta.
Dengan susunan seperti itu, TECNO Spark 50 4G lebih cocok untuk pembeli yang mengutamakan baterai besar, harga lebih rendah, dan audio jack 3,5 mm. Infinix Hot 70 lebih pas untuk pengguna yang mengejar performa, pengisian daya lebih cepat, dan proteksi air yang lebih baik.
Source: www.idntimes.com