pelantar.id – Lima Komisioner KPU Kota Batam periode 2018-2023 sudah dilantik KPU RI, Rabu (27/6) tengah malam di Jakarta. Usai dilantik, kelima komisioner langsung bekerja, mulai dari pemilihan ketua, hingga penyusunan rencana kerja lima tahun ke depan.

Lima Komisioner KPU Batam yang baru dilantik adalah Syahrul Huda, Zaki Setiawan, Sudarmadi, Muhammad Siddik, dan Muliadi Evendi. Selain memilih ketua, mereka juga membagi enam zonasi atau wilayah kerja untuk masing-masing komisioner. Wilayah kerja itu dikoodinatori oleh satu komisioner, yang ditentukan berdasar asal daerah pemilihan (dapil) atau tempat tinggal masing-masing.

Komisioner KPU Batam, Zaki Setiawan mengatakan, pembagian enam wilayah kerja itu bertujuan untuk mempermudah kerja penyelanggara pemilu. Menurutnya, zona kerja ini akan membuat pekerjaan KPU Batam lebih efektif.

“Tujuannya agar kita lebih mudah berkoordinasi dengan mitra di lapangan, seperti petugas penyelenggara pemilu di kecamatan dan kelurahan,” katanya di Batam, Jumat (29/6).

Zona kerja para Komisioner KPU Batam adalah;

Dapil        Kecamatan                    Koordintor Wilayah
1                Batam Kota                   Zaki Setiawan
Lubuk Baja                     Muhammad Sidik

Baca Juga :   Alasan Pria Memutuskan Balikan dengan Mantan

2               Batuampar                    Sudarmadi
Bengkong

3               Nongsa                           Zaki Setiawan
Seibeduk
Galang
Bulang

4              Sagulung                       Mulyadi Efendi

5              Batuaji                           Mulyadi Efendi

6              Belakangpadang          Syahrul Huda
Sekupang

“Intinya, kami siap bekerja di mana saja. Pembagian korwil ini gar kerja KPU Batam lebih efektif. Termasuk nanti melaksanakan upaya-upaya meningkatkan partisipasi pemilih dan menekan angka golput dalam pemilu,” kata pria yang pernah berprofesi sebagai wartawan ini.

Baca Juga :   Perjalanan Jauh Nasi Kapau Keluar dari Kampung Menuju Negeri Rantau

Menurut dia, angka golput bisa ditekan jika masyarakat percaya kepada penyelenggara pemilu. Karena itu, KPU Batam bertekad melaksanakan kerja semaksimal mungkin dengan cara-cara yang baik agar tingkat kepercayaan masyarakat tinggi.

“Partisipasi pemilih akan meningkat jika kinerja penyelenggara pemilu baik dan bisa dipercaya. Kami akan berusaha meningkatkan partisipasi pemilih, terutama untuk Pemilu dan Pilpres 2019 nanti,” ujarnya.

Pembagian korwil kerja, menurut Zaki, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KPU Batam. Untuk itu, seluruh komisioner dituntut menjalankan tugasnya dengan penuh integritas.

Zakin pun mengajak masyarakat Batam ikut mengawasi kinerja KPU Batam. Menurut dia, peran serta masyarakat sangat penting agar masing-masing komisioner dapat menjalankan tugasnya sesuai aturan, dan tidak menyimpang atau menyalahgunakan wewenang.

Komisioner KPU Batam yang baru (bawah) bersama komisioner lama di Kantor kPU Batam, Sekupang, Kamis (28/6).
Foto: Sekretariat KPU Batam

Ketua KPU Batam
Zaki mengatakan, KPU Batam sudah melaksanakan rapat pleno pemilihan ketua di Kantor KPU Batam, Sekupang, Kamis (28/6) pagi. Dan yang terpilih secara mufakat, tanpa pemungutan suara sebagai Ketua KPU Batam adalah Syahrul Huda.

Baca Juga :   Perempuan Kepri Didorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

Zaki menegaskan, KPU adalah lembaga yang keputusannya bersifat kolektif kolegial. Karena itu, semua kebijakan ditentukan bersama-sama oleh seluruh komisioner, bukan hanya ketua.

Syahrul Huda saat dihubungi menegaskan, pemilihan Ketua KPU Batam dilakukan secara musyawarah mufakat. Seluruh komisioner sepakat, siapa saja bisa menjadi ketua karena bagaimanapun keputusan yang dikeluarkan KPU nantinya adalah keputusan bersama.

“Itu yang mendasari kami untuk tidak melakukan pemungutan suara. Semua sepakat tidak mempersoalkan siapa yang akan menjadi ketua. Kami akan bekerja sebagai satu kesatuan, bukan perorangan,” kata dia.

Setelah pleno pemilihan ketua dan pembagian korwil kerja, selanjutnya KPU Batam akan melaksanakan pleno untuk pembagian divisi kerja bagi masing-masing komisioner.

Syahrul mengatakan, pihaknya akan mempelajari kinerja komisioner lama dalam melaksanakan tahapan pemilu di Batam. Sejumlah kerja yang dianggap sebagai kelemahan, menjadi perhatian untuk dilakukan perbaikan, khususnya dalam penetapan daftar pemilih sementara (DPS).

“Masalah DPS dan DPT menjadi perhatian serius kami. Batam ini, warganya sangat dinamis, karena memang kota industri. Pemilih didominasi masyarakat pekerja. Banyak yang datang dan pergi,” kata dia.

Penulis : Yuri B Trisna
Editor : Yuri B Trisna