Teknologi Keren Yadea Orla Kalah oleh Gasruk di Harian, Nyala Via HP Tetap Menarik

Buat banyak orang, daya tarik Yadea Orla bukan cuma soal tampilan skutik listrik harian. Yang paling mencolok justru fitur yang memungkinkan motor ini dinyalakan dan dimatikan lewat ponsel, lengkap dengan pemantauan posisi GPS secara real-time.

Fungsi itu terasa modern untuk kebutuhan komuter kota, apalagi aplikasi Yadea juga menampilkan catatan perjalanan dan sisa baterai dengan akurat. Di saat yang sama, Orla tetap membawa karakter motor listrik harian yang lebih aman dinilai dari paket keseluruhannya, bukan hanya dari sisi teknologi.

Fitur pintar jadi pembuka yang paling menonjol

Integrasi aplikasi pada Orla menjadi salah satu nilai jual utama karena pengoperasiannya terasa mulus. Pengguna cukup menggeser layar di smartphone untuk menghidupkan atau mematikan motor, tanpa perlu repot dengan cara yang rumit.

Di panelnya, Orla memakai layar TFT yang tajam dan tetap mudah dibaca di bawah sinar matahari. Informasi yang tampil juga lengkap, mulai dari jam, odometer, status TCS, sampai HDC.

HDC jadi salah satu detail yang cukup berguna saat motor melewati turunan. Sistem ini membantu menahan laju agar motor tetap stabil dan lebih mudah dikendalikan.

Nyaman untuk ritme harian di kota

Di luar fitur digital, Orla menawarkan posisi duduk yang lebih masuk akal untuk pemakaian harian. Letak baterai di bawah bagasi membuat area dek kaki lebih rendah, sehingga posisi berkendara terasa tidak terlalu nangkring.

Deknya juga luas dan bisa dipakai membawa barang bawaan yang tidak biasa untuk motor harian, seperti galon air atau tabung gas. Ditambah lagi, suspensi belakangnya disebut sangat empuk dan masih stabil meski menopang bobot pengendara yang cukup besar.

Lampu utama juga memberi nilai tambah. Pencahayaannya sangat terang untuk ukuran motor listrik, sehingga membantu visibilitas saat dipakai malam hari.

Efisien buat komuter, tapi tetap ada batasnya

Untuk rute pulang-pergi kantor sekitar 78 km, biaya listrik yang habis disebut tidak sampai Rp5.000 per hari. Angka itu jelas jauh lebih murah dibanding motor berbahan bakar bensin, terutama buat pengguna yang setiap hari menempuh jalur kota.

Dengan baterai lithium 45 Ah, Orla menawarkan efisiensi yang sangat menarik bagi pekerja kantoran. Kalau pemilik punya akses isi daya di kantor, biaya transportasi harian bahkan bisa ditekan hingga nol rupiah.

Kombinasi efisiensi biaya, dek lega, dan fitur aplikasi membuat Orla terasa relevan sebagai kendaraan komuter modern. Paket ini memang paling cocok untuk pengguna yang ingin menekan ongkos harian tanpa kehilangan kemudahan pakai.

Catatan yang perlu diperhatikan sebelum membeli

Meski punya banyak nilai praktis, Orla belum lepas dari kompromi mekanis. Masalah paling terasa datang dari ground clearance, terutama karena posisi standar samping dan standar tengah yang sangat rendah.

Secara tampilan, motor ini memang tidak kelihatan terlalu ceper. Namun saat diajak miring ketika menikung, bagian bawahnya mudah bergesekan dengan aspal atau gasruk, dan itu bisa mengganggu rasa percaya diri pengendara.

Kekurangan lain muncul saat menghadapi tanjakan curam. Dinamo 1.500 watt dinilai kurang kuat, terlihat dari penurunan kecepatan yang cukup tajam dari 34 km per jam menjadi 12 km per jam saat mencapai puncak tanjakan.

Di jalan datar pun, top speed-nya hanya berada di kisaran 70-an km per jam. Dengan harga mendekati Rp25 juta, performa seperti itu belum terasa terlalu memuaskan bagi pembeli yang mengincar motor listrik dengan tenaga lebih agresif.

Baca Juga

Back to top button