pelantar.id – Upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 yang digelar Pemerintah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau di Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, Jumat pagi (17/8) diwarnai insiden tenda terbang. Tenda yang akan dipakai untuk pertunjukan musik kreasi Poyo Harmoni di depan tugu MTQ terbang ditiup angin kencang.

Kejadian itu langsung menyita perhatian ratusan orang yang memadati lokasi. Sejak pagi, wilayah Karimun memang dilanda angin kencang. Saat peserta upacara telah berbaris rapi dan acara siap untuk dimulai sekira pukul 09.45, angin bertiup lebih kencang, dan langsung menerpa panggung utama di lokasi acara.

Tenda VIP dan tamu undangan pun bergoyang kuat dan hampir terlepas dari ikatan yang diikatkan tali pada tiang penyangga. Angin kencang berlangsung sekitar 20 menit. Meski demikian, upacara tetap dilanjutkan.

Baca Juga :   Waspadai Penipuan dalam Penerimaan CPNS 2018

Angin kencang juga sempat merepotkan petugas pembawa bendera saat menerima bendera dari Bupati Karimun, Aunur Rafiq. Bupati lalu meminta petugas pembawa baki agar jempolnya menekan kain bendera yang berada di atas baki agar tidak dibawa angin.

Sementara itu, para tamu dan masyarakat yang menyaksikan jalannya upacara dari tenda yang disediakan panitia, sempat menyingkir dari menjauh dari lokasi. Hal itu lantaran tiang-tiang besi penyangga sudah mulai terangkat karena tertiup angin.

Insiden terbannya tenda terjadi ketika pelaksanaan upacara usai. Saat acara dilanjutkan dengan tabur bunga di jembatan Karimun tepat di depan Tugu MTQ Karimun, tenda yang sejatinya untuk tamu VIP duduk, terbang hingga ke tepi laut karena kencangnya angin yang berhembus.

Warga melihat tenda yang terbawa angin ke arah laut di kawasan Coastal Area, Tanjungbalai Karimun, Jumat (17/8).
(Foto: PELANTAR/Abdul Gani)

Namun kejadian itu tak menghalangi jalannya acara tabur bunga. Adapun kondisi tenda yang terbang dibawa angin itu sudah rusak.

Baca Juga :   Wisata Kampung Terih di Batam Dibuka Kembali untuk Wisatawan

Rangka-rangka besi sudah patah, dan posisinya telah berada di laut. Meski sudah tak ada tenda lagi, sejumlah pejabat dan masyarakat tetap mengikuti jalannya acara, termasuk menikmati hiburan yang dibawakan tim perkusi Poyo Harmuni yang tampil memainkan alat musik dari barang bekas.

Koordinator Poyo Harmoni, Saipul menuturkan, saat tenda tempat para pejabat duduk di lokasi hiburan terbang, acara memang belum dimulai. Tak ada yang terluka akibat insiden itu.

“Waktu angin kencang, kami dan masyarakat memang sudah menjauhi tenda karena sudah nampak goyang kuat. Ternyata benar, tenda itu kemudian terbang dibawa angin ke arah laut,” katanya.

Akibat tiupan angin itu, tombol pengatur lampu di Jembatan Karimun depan Tugu MTQ juga patah karena terseret besi tenda yang diterpa angin.

Baca Juga :   Mengapa Barang Paketan Menumpuk di Batam?

“Kalau sempat angin kencang tadi terjadi saat kami dan para pejabat berada di lokasi ini, mungkin ada korban karena besi-besi tenda langsung patah dan terseret ke arah laut,” ujarnya.

 

Reporter : Abdul Gani
Editor : Yuri B Trisna