pelantar.id – Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais menyatakan siap maju menjadi calon presiden (capres). Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di era Presiden Gus Dur dan Megawati Soekarno Putri itu pun siap melawan Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Amien mengatakan, rencana maju sebagai capres 2019, akan disampaikan secara resmi lewat rapat kerja nasional (Rakernas) PAN.

“PAN lewat Rakernas yang dipimpin Pak Zul tidak akan berlebihan. Jadi kita akan mencapreskan tokoh-tokoh partai sendiri. Pertama Zul, kedua Sutrisno, ketiga Hatta, keempat mbah Amien Rais,” kata Amien di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (9/10).

Pernyataan tersebut disampaikan Amien di hadapan kader PAN dari tingkat Dewan Pengurus Pusat (DPP) hingga Dewan Pengurus Wilayah (DPW) se-Indonesia. Mereka berkumpul di rumah dinas Zulkifli Hasan untuk buka puasa bersama.

Dalam acara itu hadir pula politikus senior PAN seperti Soetrisno Bachir, dan Hatta Rajasa. Hadir pula Ketua Umum Partai Idaman Rhoma Irama serta mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Baca Juga :   Luka Modric Raih Ballon d'Or, Runtuhkan Dominasi Ronaldo dan Messi

Amien menilai dirinya masih layak menjadi capres. Ia mengaku terinspirasi oleh Mahathir Mohamad yang terpilih menggantikan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Mahathir menjabat di saat usianya sudah 92 tahun.

“Mbah Amien Rais ini walaupun tua enggak apa-apa. Begitu Mahathir terpilih, saya jadi remaja lagi sekarang,” ujar pria berusia 74 tahun itu.

Adapun ketiga nama lainnya, menurut Amien, juga layak menjadi capres. Mereka adalah para mantan Ketua Umum PAN pada masa berbeda.

Zulkifli Hasan, Ketua Umum PAN saat ini, menurut Amien, layak karena memiliki pengalaman di eksekutif dan legislatif. Zulkifli pernah menjabat sebagai Menteri Kehutanan, ketua fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat, dan saat ini menjadi Ketua MPR.

Sedangkan Sutrisno Bachir, adalah mantan Ketua Umum PAN periode 2005-2010. Sutrisno merupakan pengusaha batik asal Pekalongan. Saat ini, dia didapuk menjadi Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) periode 2016-2019.

Baca Juga :   Gaji PNS Naik Lima Persen dan Kepentingan Politis Jokowi

Amien juga menilai Hatta Rajasa layak menjadi capres. Ketua Umum PAN periode 2010-2015tersebut pernah menjabat empat kali sebagai menteri, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Menteri Sekretaris Negara.

Amien mengaku banyak yang mendorongnya menjadi capres. Banyak pula yang menghiburnya agar tak mengindahkan komentar-komentar tentang usianya.

“Saya sering dihibur, orang-orang sekarang bilang Pak Amien tua bangka, bau tanah, reyot, sekarang jadi remaja. Karena Mahathir satu angkatan di atas bisa menang, kan. Never say no,” kata dia.

Keinginan Amien Rais sepertinya mendapat sinyal positif dari Zulkifli Hasan. Zulkifli menyatakan, ia rela memberikan tiket capres kepada siapapun kader PAN kendati hasil rapat kerja nasional (Rakernas) menyerahkan mandat itu kepada dirinya. Menurutnya, ada tiga politikus PAN yang lebih berhak menjadi capres ketimbang dia sendiri.

Baca Juga :   Masa Jabatan Pengurus Dewan Pers 2016-2019 Diperpanjang Jokowi

Ketiga orang itu adalah Amien Rais, Soetrisno Bachir, dan Hatta Rajasa. Mereka adalah para mantan ketua umum PAN.

“Pak Hatta itu pengikutnya banyak, pengorbanannya untuk partai jangan ditanya lagi. Hatta jauh lebih berhak dari Zulkifli Hasan. Mas Tris pengorbanannya pun banyak, jauh lebih berhak. Apalagi Pak Amien,” ujarnya.

Meski demikian, Zulkifli mengajak para kader dan petinggi partainya agar tidak berlebihan memikirkan persoalan capres pada Pilpres 2019. Ia berpendapat persoalan capres 2019 itu tak terlepas dari takdir Allah.

“Sebagaimana saya sampaikan ke Pak Amien dan teman-teman, kekuasaan itu biasa-biasa saja lah. Kalau kita terlalu mencintai dunia tidak baik juga lah,” ujarnya.

Zulkifli tak ingin partainya terbecah belah karena persoalan siapa yang akan menjadi capres 2019.

“Karena partai-partai lain ribut, oleh karena itu untuk menyatukan kita, kalau Pak Hatta, Pak Amien, Mas Tris, tentu itu menjadi nilai lebih,” kata dia.

Sumber: Tempo.co