Penyambutan kepulangan ribuan jamaah haji Kabupaten Pasuruan tidak hanya dipenuhi rasa syukur, tetapi juga diwarnai kabar duka. Di tengah pertemuan keluarga yang telah menunggu lama, Wakil Bupati Pasuruan Gus Shobih Asrori menyampaikan bahwa empat jamaah wafat saat menunaikan ibadah di Tanah Suci, sementara satu jamaah masih dirawat intensif di RSUD Bangil.
Suasana haru itu terasa kuat ketika para keluarga berkumpul sejak pagi di Komplek Kantor PCNU Kabupaten Pasuruan. Mereka datang dari subuh untuk menantikan orang-orang terdekat yang baru kembali setelah sekitar 40 hari berpisah.
Keluarga menunggu sejak pagi
Banyak keluarga sudah bersiap sejak awal hari demi memastikan tidak melewatkan detik pertama kepulangan para jamaah. Momen itu berubah menjadi pertemuan yang emosional saat rombongan tiba dan keluarga saling berpelukan setelah lama berpisah.
Salah satu yang hadir adalah Abdul Manan. Ia datang setelah salat subuh untuk menjemput kakak kandungnya, pasangan jamaah asal Desa Semedusari, Kecamatan Lekok, H. Abdul Qodir dan Hj. Romlah.
Abdul Manan tidak ingin melewatkan kepulangan saudaranya setelah lama terpisah. Ia mengaku kerinduan keluarga sudah lama tertahan karena sang saudara lebih dulu berangkat ke Makkah.
Tiba lebih cepat dari jadwal
Gus Shobih yang mendampingi jamaah sejak keberangkatan, saat ibadah berlangsung, hingga kembali ke Pasuruan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan yang berjalan lancar. Ia juga menuturkan bahwa kedatangan jamaah di Bandara Internasional Juanda berlangsung lebih cepat dari jadwal semula.
Pesawat yang dijadwalkan mendarat pukul 03.15 ternyata tiba pukul 02.10. Bagi keluarga yang sudah menunggu sejak dini hari, kepulangan lebih awal itu menjadi kabar baik sekaligus penutup penantian panjang.
Di balik kabar bahagia, ada ujian yang harus diterima
Meski penyambutan berlangsung penuh suka cita, Gus Shobih juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya empat jamaah haji Kabupaten Pasuruan saat menjalankan ibadah. Ia mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
Selain itu, ada satu jamaah bernama H. Mukhtar dari Desa Grogol, Kecamatan Gondangwetan, yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bangil karena sakit. Doa kesembuhan juga disampaikan agar kondisi jamaah tersebut segera membaik.
Kabar duka itu membuat suasana penyambutan tidak semata-mata dipenuhi kebahagiaan. Di tengah pertemuan yang mengharukan, ada pengingat bahwa perjalanan haji juga membawa ujian dan persoalan kesehatan yang tidak selalu bisa dihindari.
Pesan agar jamaah menjaga kondisi tubuh
Setelah kembali ke rumah, para jamaah diminta tidak langsung memaksakan diri. Gus Shobih mengingatkan agar kondisi tubuh tetap diperhatikan selama masa istirahat, terlebih karena biasanya banyak tamu datang untuk meminta doa dan barokah.
Ia menekankan pentingnya menjaga pola istirahat supaya fisik tetap stabil. Keramahan menerima tamu tetap perlu dijaga, tetapi kesehatan jangan sampai terabaikan, termasuk soal makan dan waktu beristirahat.
Imbauan itu menjadi relevan karena para jamaah baru saja menuntaskan perjalanan panjang dan rangkaian ibadah yang menguras tenaga. Di sisi lain, keluarga yang menjemput pun masih terus berdatangan untuk menyambut kepulangan orang-orang terdekat mereka dengan rasa haru yang belum reda.
Source: www.pasuruankab.go.id




