pelantar.id – Harga tiket pesawat rute domestik yang melambung tinggi berdampak pada sektor pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Kepri mencatat, ada ratusan wisatawan nusantara (wisnus) yang membatalkan perjalanannya ke daerah itu.

Kenaikan harga tiket sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir ini. Awalnya harga tiket yang gila-gilaan itu diduga karena masih terpengaruh musim liburan Natal dan Tahun Baru, tapi ternyata tidak.

Calon penumpang kesusahan mencari harga tiket yang lebih murah meskipun sudah mencari di waktu lain atau setelah bulan Januari. Di pantau dari sebuah situs penjualan tiket online, harga tiket penerbangan hingga Februari tidak berubah.

Misalnya untuk Batam – Jakarta, Medan – Jakarta, Batam – Padang dan sebagainya. Harga tiket untuk rute-rute tersebut mencapai angka di atas Rp1 juta. Padahal biasanya hanya sekitar Rp500 ribu lebih.

Baca Juga :   Tak Serius Atasi Ujaran Kebencian, Beberapa Perusahaan Berikut Berhenti Beriklan di Facebook

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri), Buralimar juga melihat, kenaikan harga tiket penerbangan ini berpotensi mempengaruhi penurunan kunjungan wisnus ke Kepri. Apalagi, ditambah dengan kebijakan maskapai penerbangan menghapus bagasi gratis.

“Ya, itu pasti akan ada penurunan kunjungan winus, tapi kita belum bisa mendata sekarang. Kalau kedatangan penumpang di bandara turun ya berarti kunjungan wisnus bakal turun,” katanya, Jumat (11/1/19).

Buralimar

Kunjungan wisnus ke Kepri memang cukup baik dari tahun ke tahun. Jika pada 2016 winus yang berkunjung ke Kepri sekitar 2,8 juta maka tahun 2017 naik menjadi 3,5 juta, dan tahun lalu tembus 4 juta kunjungan.

Buralimar mengatakan, penurunan wisnus akan berpengaruh pada pendapatan masyarakat, terutama penjual jasa penginapan, oleh-oleh, transportasi lokal dan lainnya. Sementara, untuk kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kepri, Buralimar memastikan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga tiket pesawat.

Baca Juga :   Prabowo: Kita Tak Boleh Kalah, Kalau Kalah Indonesia Bisa Punah

“Kalau wisman, selama ini moda transportasinya melalui feri, lewat jalur laut dari Singapura dan Malaysia. Menurut saya, pengaruhnya (kenaikan harga tiket pesawat) sangat kecil untuk wisman,” ujarnya.

Terpisah, Sekjen Asita Kepri, Febriansyah mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat sudah tidak wajar. Tingginya harga tiket malah membuat banyak wisnus memilih terbang ke luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

“Naiknya sudah tak wajar. Misalnya, rute Batam ke Pekanbaru yang biasanya di kisaran Rp280 ribu, sekarang bisa sampai dari Rp650 ribu. Jelas, ini sangat berdampak terhadap kunjungan wisnus,” katanya dilansir dari Kompas.com, Jumat (11/1/19).

Febri mengatakan, laporan dari beberapa agen perjalanan anggota Asita Kepri di Batam, banyak penerbangan ke Batam yang dibatalkan karena tingginya harga tiket.

Baca Juga :   Sang Penggemar Raisa Itu Telah Pergi

“Jumlahnya sementara ini ada ratusan yang batal. Biasanya kan wisnus yang ingin ke Singapura dan Malaysia akan berkunjung ke Batam lebih dulu. Sekarang ini banyak yang memilih langsung karena tiket pesawatnya lebih murah,” kata dia.

*****

Yuri B Trisna

*Foto: Rombongan wisnus foto bersama dengan latar belakang tulisan Welcome to Batam di Batam Centre, beberapa waktu lalu. (PELANTAR.ID)