pelantar.id – Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana TNI R Eko Suyatno menyatakan, pihaknya sedang meningkatkan pengawasan di laut untuk mengantisipasi lalulintas Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural. TNI AL menurut dia telah memetakan siklus kepulangan dan lokasi-lokasi yang digunakan TKI nonprosedural untuk masuk ke wilayah Kepualau Riau.

Menurut dia, para TKI ilegal asal Malaysia tersebut biasanya kembali melalui jalur tikus pada bulan Ramadan maupun menjelang Hari Raya Idul Fitri. Mereka menggunakan pelabuhan tak resmi karena tidak memiliki dokumen sah yang menyebabkan mereka harus kucing-kucingan dengan petugas.

“Siklusnya kita pelajari, jadi bisa kita antisipasi untuk waktu-waktu yang memang sering berlangsung,” kata Eko di Batam pada Sabtu (12/).

Eko menjelaskan, kondisi ini menjadi hal yang harus bisa dipahami secara menyeluruh. Upaya penegakan hukum atas pelanggaran seperti ini memang menjadi keniscyaan, namun edukasi terhadap TKI dan gerak cepat aparat pemerintah dalam menyajikan solusi untuk para TKI ini menjadi penting untuk dilaksanakan.

Baca Juga :   DPRD Batam Ulang Tahun Bersama Kaum Disabilitas

Pada prosesnya memang hal tersebut sudah terlihat dengan adanya koordinasi antar pihak terkait. Namun hal tersebut belum berjalan maksimal karena sampai saat ini kasus masuknya TKI nonprosedural ini masih berlangsung.

Selama 2018 ini, sudah ada beberapa kasus yang melibatkan TKI nonprosedural asal Malaysia yang datang ke Kepri melalui jalur tidak resmi. Pada Kamis (19/4) lalu ada 106 TKI yang terombang-ambing di Perairan Kepri. Mereka diketahui berangkat dari kawasan Johor, Malaysia dengan tujuan Kabupaten Bintan, Kepri.

Kemudian pada Kamis (3/5) lalu, diamankan sembilan Anak Buah Kapal boat pancung yang membawa 71 TKI nonprosedural di kawasan Pantai Bale-bale, Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri.

Baca Juga :   Doz Promiza, Penjual Jasa Gay Batam Ditangkap di Hotel

“Dengan jajaran terkait kita kerja sama, TKI ini harus melalui jalur resmi, niat mulia mereka harus didukung, tentu dengan kerja sama pemerintah untuk memberikan pengarahan,” kata Eko lagi.

Untuk itu, Eko mengungkapkan pihaknya akan terus mengintensifkan patroli laut, untuk pada masa-masa rawan tersebut. Selain itu, dia juga mengancam tidak akan berkompromi dengan para tekong yang telah membahayakan nyawa manusia tersebut.

“Mereka menempuh bahaya dengan tekong yang tidak bertanggung jawab. Tekongnya kita tindak. Biasanya tekong-tekong ini sudah mabuk oleh obat-obatan sehingga berani menempuh bahaya, mungkin orang normal seberani ini,” pungkasnya.

Joko Sulistyo