Tottenham Di Ambang Bahaya, Pochettino Ikut Tersiksa Melihat Mantan Klubnya Terpuruk

Tottenham Hotspur sedang berada dalam situasi yang membuat nama Mauricio Pochettino kembali ikut disorot. Mantan pelatih mereka itu mengakui kondisi klub London utara tersebut terasa berat, bukan hanya bagi tim, tetapi juga bagi para pendukung yang terus menyaksikan perjuangan Spurs dari pekan ke pekan.

Pochettino menegaskan bahwa ikatannya dengan Tottenham belum pernah benar-benar putus. Baginya, klub itu bukan sekadar tempat bekerja, melainkan bagian penting dari hidupnya sebagai pelatih dan juga dalam kehidupan pribadi.

Ikatan yang masih terasa kuat

Pochettino pernah menangani Tottenham pada periode 2014 hingga 2019. Dalam masa itu, ia membawa Spurs mencapai final Liga Champions, pencapaian yang membuat namanya lekat dengan sejarah klub dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam siniar yang dikutip BBC, Pochettino menyampaikan bahwa perasaannya terhadap Tottenham tetap sama meski sudah lama meninggalkan klub tersebut. Ia melihat penderitaan yang sedang dialami tim dan para suporter sebagai sesuatu yang sulit diterima.

“Klub ini akan selalu menjadi bagian dari hidup saya, bagian penting dalam hidup saya sebagai pelatih, juga dalam kehidupan pribadi saya,” ujar Pochettino. Ia juga menambahkan, “Ini sangat menyedihkan karena saya tahu bagaimana orang-orang di sana menderita, di dalam klub maupun para penggemar. Ini sulit untuk diterima.”

Tekanan besar di papan bawah klasemen

Kondisi emosional itu muncul saat Tottenham sedang terjebak di zona berbahaya Premier League. Spurs saat ini berada di peringkat 18 klasemen sementara dan hanya berjarak dua poin dari zona aman.

Dengan empat pertandingan tersisa, setiap hasil menjadi sangat menentukan. Tottenham memang baru meraih kemenangan liga pertama mereka tahun ini saat menghadapi Wolverhampton Wanderers yang sudah terdegradasi, tetapi kemenangan itu belum cukup untuk meredakan ancaman yang masih membayangi.

Situasi tersebut membuat beban tim semakin besar karena mereka harus menjaga konsistensi di tengah tekanan hasil. Laga tandang ke markas Aston Villa pun menjadi ujian penting berikutnya dalam upaya menghindari zona degradasi.

Cedera memperberat keadaan Spurs

Masalah Tottenham tidak berhenti pada posisi klasemen. Skuad mereka juga terganggu oleh cedera yang datang di momen paling krusial.

Gelandang Xavi Simons dipastikan absen hingga akhir musim setelah mengalami cedera lutut saat melawan Wolves. Di pertandingan yang sama, penyerang Dominic Solanke juga sempat ditarik keluar karena cedera.

Dua kabar itu jelas menambah beban Spurs ketika mereka justru membutuhkan kekuatan penuh untuk melewati sisa musim. Di fase seperti ini, kehilangan pemain inti membuat ruang gerak tim semakin sempit.

Pochettino belum menutup pintu ke Inggris

Di tengah perhatian terhadap Tottenham, Pochettino juga masih membuka peluang untuk kembali ke sepak bola Inggris pada masa depan. Setelah meninggalkan Spurs, ia sempat melatih Paris Saint-Germain sebelum kembali ke Premier League bersama Chelsea.

Kini Pochettino sedang bersiap memimpin tim nasional Amerika Serikat menuju Piala Dunia 2026 sebagai tuan rumah. Meski fokus utamanya ada pada tugas itu, ia tidak menutup kemungkinan untuk menangani klub Inggris lagi.

“Suatu hari, ya, karena saya sangat menyukai Inggris. Saya pikir profil saya, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelatih, sangat cocok dengan Premier League,” ujarnya.

Di saat Tottenham berjuang keluar dari ancaman degradasi, komentar Pochettino menunjukkan bahwa hubungan antara mantan pelatih dan klub itu masih kuat. Bagi Spurs, masa lalu bersama Pochettino tetap menjadi bagian dari identitas yang terasa nyata justru ketika mereka sedang berada dalam tekanan besar.

Source: www.beritasatu.com

Baca Juga

Back to top button