Toyota Tetap Paling Kuat Di Produksi Mobil, Jaecoo Dan Wuling Masih Tertinggal Jauh

Di tengah pasar yang masih ketat, Toyota tetap punya jarak yang sulit dikejar oleh merek lain di produksi mobil Indonesia. Bahkan ketika dua nama asal China, Jaecoo dan Wuling, ikut menguat di lini mobil listrik, posisi Toyota belum benar-benar goyah.

Periode Januari sampai April 2026 menunjukkan betapa lebarnya gap itu. Toyota mencatat rakitan 180.802 unit, sementara para pesaing terdekat masih tertinggal jauh di belakang.

Di belakang Toyota, Mitsubishi berada di angka 59.289 unit dan Daihatsu mengumpulkan 47.951 unit. Selisihnya menegaskan bahwa produksi Toyota masih bergerak di level yang berbeda dari dua nama tersebut.

Pilar volume Toyota masih ditopang model lama dan model baru

Kekuatan Toyota tidak hanya datang dari satu model besar. Avanza, Veloz, Kijang Innova, Fortuner, Yaris Cross, sampai bZ4X ikut menyumbang volume perakitan.

Di antara deretan itu, bZ4X punya posisi khusus karena menjadi mobil BEV pertama yang dirakit Toyota di Indonesia. Sebelum hadirnya model listrik itu, Toyota lebih dikenal lewat lini hybrid yang sudah lebih dulu membangun basis produksinya.

Hybrid masih jadi jalur paling aman

Untuk urusan elektrifikasi, Innova Zenix HEV masih menjadi tumpuan terbesar Toyota. Model ini disebut sebagai mobil hybrid terlaris sampai sekarang, meski mulai mendapat tekanan dari Veloz HEV.

Situasi itu memperlihatkan bahwa Toyota masih nyaman bermain di segmen hybrid. Pangsa terbesar di kelas ini membuat jalurnya terasa lebih stabil dibanding masuk lebih agresif ke pasar BEV.

Persaingan di belakang Toyota makin rapat

Jarak besar Toyota ke dua pesaing utamanya bukan berarti peta produksi Indonesia sepi persaingan. Suzuki justru menempati posisi keempat dengan 28.849 unit, yang datang dari Ertiga, XL7, Fronx, APV, dan Carry.

Hyundai menyusul dengan 17.250 unit lewat Stargazer series, Creta, dan Ioniq 5. Setelah itu, Honda mencatat 13.420 unit dan tetap menjaga ritme di tengah pasar yang makin padat.

Jaecoo dan Wuling mulai terlihat, tapi belum seimbang

Di kelompok merek China, Jaecoo menjadi sorotan karena membukukan 11.073 unit rakitan lokal. Angka itu banyak ditopang J5 EV, model listrik pertama mereka yang disebut laris setelah meluncur pada akhir tahun lalu.

Wuling berada di bawah Jaecoo dengan 6.557 unit. Keduanya sama-sama bermain di pasar mobil listrik, tetapi Wuling belum mampu mengejar kecepatan Jaecoo untuk saat ini.

Eksion EV masih baru dirilis dan butuh waktu untuk membangun volume. Karena itu, jarak antara dua merek ini masih cukup terasa meski sama-sama berada di jalur yang sama.

BEV belum semudah hybrid untuk Toyota

Di segmen mobil listrik murni, Toyota juga belum mendapatkan posisi yang semudah saat bermain di hybrid. Harga menjadi salah satu penghalang, apalagi model seperti J5 EV dan Eksion EV dibanderol lebih murah.

Tekanan di segmen ini juga datang dari nama lain seperti BYD dan Geely yang ikut meluncurkan SUV listrik. Kondisi itu membuat pasar BEV semakin ramai, sementara Toyota tetap harus menjaga keseimbangan antara volume produksi dan persaingan harga.

Walau begitu, gambaran besarnya masih sama: Toyota tetap berdiri paling kokoh di produksi mobil Indonesia. Portofolio model yang luas, volume besar, dan dominasi hybrid membuat merek ini masih sulit digeser oleh pemain mana pun, termasuk gelombang baru dari China.

Source: ridertua.com
Exit mobile version