Pelantar.id– Beberapa waktu lalu Presiden AS, Donald Trump memberi pernyataan untuk menyarankan tenaga medis menyuntikkan disinfektan ke tubuh manusia biar terbebas dari ancaman virus corona.

Saran disampaikannya tak lama setelah Bill Bryan, seorang pejabat senior di Departemen Keamanan Dalam Negeri AS yang bukan seorang ilmuwan dan juga tidak memiliki latar belakang medis, mengatakan pada konferensi pers Gedung Putih bahwa studi pada virus menunjukkan bahwa disinfektan bisa membunuh virus corona dalam waktu sekitar 5 menit.

Setelah mengeluarkan pernyataan tersebut, Trump kemudian berkomentar tentang efektivitas disinfektan. Ia bertanya apakah disinfektan dapat digunakan untuk mengobati virus pada manusia.

“Lalu aku melihat desinfektan, di mana itu merobohkannya dalam satu menit. Satu menit. Apakah ada cara yang kita bisa lakukan sesuatu seperti itu, dengan menyuntikkan ke dalam atau hampir membersihkan?” kata Presiden.

Baca Juga :   Perjuangan Panjang Perempuan di Tengah Rezim Patriarki Arab Saudi

Namun, beberapa dokter di sana menolak gagasan Presiden AS Donald Trump untuk menyuntikkan disinfektan ke tubuh manusia guna mengobati virus corona. Penolakan disampaikan dengan beberapa pertimbangan.

Salah satunya, faktor bahaya yang bisa ditimbulkan jika upaya medis tersebut dilakukan. Kepala Koresponden Medis CNN Dr. Sanjay Gupta mengatakan saran menyuntikkan disinfektan ke pasien corona sudah sepantasnya tidak perlu dilakukan bahkan diuji.

“Gagasan bahwa kami akan melakukan uji coba semacam menyuntikkan disinfektan ke orang , saya pikir semua orang tahu itu berbahaya dan kontraproduktif. Sama sekali tidak pantas, makanya tidak akan kami lakukan. Itu sama sekali tidak menggerakkan kita ke arah yang benar, “kata Gupta seperti dikutip dari CNN.com, Sabtu (25/4).

Baca Juga :   Boneka Supranatural Annabelle Lari dari Museum, Bagaimana Ceritanya?

cnnindonesia