Meski harga token $TRUMP sedang tertekan, Donald Trump tetap menggelar jamuan eksklusif untuk para pemegang teratas aset digital itu di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida. Acara tersebut kembali menyorot bagaimana token itu masih dipakai sebagai akses masuk ke lingkaran dekat Trump, walaupun nilainya sudah merosot tajam dari puncaknya.
Di tengah kondisi pasar yang lemah, pertemuan itu mempertemukan puluhan pembeli terbesar $TRUMP dengan presiden dalam suasana yang dipromosikan sebagai ajang kripto dan bisnis paling eksklusif. Kehadiran Trump sekaligus memicu sorotan baru terhadap jaringan usaha kripto keluarga Trump, yang menurut sejumlah laporan tetap menghasilkan keuntungan besar di luar pergerakan harga tokennya sendiri.
Jamuan untuk pemegang terbesar
Sebanyak 297 pemegang token $TRUMP yang lolos registrasi datang ke acara tersebut. Dari jumlah itu, 29 peserta teratas mendapat resepsi khusus dan jamuan toast sampanye bersama Trump.
Seleksi peserta tidak hanya dihitung dari kepemilikan token. Panitia juga memasukkan pembelian produk bermerek Trump, seperti sepatu kets, jam tangan, dan parfum, yang dilakukan antara 12 Maret dan 14 April.
Para pemenang dijadwalkan menerima hadiah bertema Trump, termasuk poster peringatan, dua kartu koleksi, jam tangan bertuliskan “Fight Fight Fight Red Beauty”, serta sebuah parfum. Rangkaian hadiah itu menunjukkan bahwa acara ini tak sekadar berkaitan dengan token digital, tetapi juga ikut mendorong ekosistem produk bermerek Trump.
Harga token jauh dari masa puncak
Di pasar, $TRUMP masih bergerak di dekat titik terendah sepanjang masa setelah sebelumnya sempat menyentuh $75 tak lama usai peluncurannya pada Januari 2025. Pada Jumat malam, token itu diperdagangkan sekitar $3, lalu turun menjadi $2,53 saat Trump berbicara pada Sabtu pagi.
Setelah Trump meninggalkan Florida, harganya bertahan di bawah $2,60. Firma analitik kripto Nansen mencatat bahwa 297 pemenang yang lolos seleksi memegang sekitar $29 juta dalam bentuk $TRUMP.
Angka itu jauh lebih kecil dibanding sekitar $148 juta yang menurut laporan Reuters dimiliki peserta pada kontes perdana. Nansen menilai kondisi terbaru juga berbeda dari fase awal peluncuran, ketika pembeli cenderung menahan aset sehingga reli bertahan lebih lama.
Sorotan ke bisnis kripto keluarga Trump
Kontes terbaru dinilai hanya memunculkan lonjakan singkat tanpa keyakinan pasar yang kuat. Situasi itu berjalan di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bisnis kripto keluarga Trump, yang kembali menjadi bahan perdebatan politik.
Sejumlah pemimpin Partai Demokrat menyerukan penyelidikan. Para pakar etika pemerintahan juga menilai kombinasi jabatan presiden dan kepentingan bisnis kripto keluarga Trump memiliki sedikit preseden modern.
Reuters melaporkan keluarga Trump telah menerima lebih dari $1 miliar dari penjualan aset kripto. Laporan itu juga menyebut setidaknya $336 juta berasal dari penjualan meme coin pada paruh pertama 2025, dengan masih ada potensi keuntungan belum terealisasi dalam jumlah besar.
Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan kepada Reuters bahwa aset Presiden Trump berada dalam trust yang dikelola anak-anaknya. Ia juga menegaskan bahwa presiden bertindak untuk kepentingan rakyat Amerika dan tidak ada konflik kepentingan.
Trump sendiri mengatakan kepada wartawan bahwa ia merasa punya “kewajiban” untuk mendukung industri kripto. Sebelum naik Air Force One menuju Washington, ia menyebut sebagai presiden dirinya harus memastikan semua industri berjalan baik, dan menilai kripto sudah menjadi industri besar yang mulai masuk arus utama.
Nama besar di antara peserta kontes
Di antara pemegang $TRUMP teratas, nama yang paling menonjol adalah miliarder kripto Justin Sun. Data blockchain menunjukkan Sun berada di posisi pertama dalam kontes untuk tahun kedua berturut-turut.
Sun juga termasuk investor terbesar yang diketahui publik di World Liberty Financial, salah satu proyek kripto yang berhubungan dengan keluarga Trump dan disebut sebagai salah satu yang paling menguntungkan. Namun pada hari Selasa, ia menggugat perusahaan itu dengan tuduhan pembekuan kepemilikan miliknya.
Para investor juga mengeluhkan kurangnya transparansi dan lambatnya respons atas keluhan mereka. Zach Witkoff, salah satu pendiri World Liberty sekaligus CEO, membantah tuduhan itu lewat unggahan di media sosial dan menyebut gugatan Sun tidak berdasar.
Ia juga menuduh Sun melakukan pelanggaran yang membuat World Liberty harus mengambil tindakan untuk melindungi diri dan para pengguna. Kehadiran Trump di Mar-a-Lago kemudian menambah panjang daftar cara ia menghubungkan status politik dengan bisnis kripto keluarga, sambil menunjukkan bahwa $TRUMP masih dipakai sebagai pintu akses eksklusif meski pasar tokennya terus tertekan.