pelantar.id – Usulan Pulau Asam di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dipastikan tertunda. Pasalnya, wilayaj Pulau Asam masih berstatus hutan lindung.

 

Karena kendala itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun pun sampai meminta bantuan para anggota DPR RI dari Dapil Kepri, agar dapat melobi ke pemerintah pusat supaya dipermudah

“Masih menunggu alih fungsi hutan lindung, padahal syaratnya kan sudah lengkap. Sayang sekali Pulau Asam itu sudah ada tiga investor yang menunggu.  Para anggota DPR RI dapil Kepri kami harap bantuannya ikut melobi pemerintah pusat,” ujar Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Tanjungbalai Karimun, Jumat malam (12/10).

Baca Juga :   Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Begini Cara Isi Data Secara Online

Jika tidak digesa, Nurdin khawatir tiga investor yang sudah menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi akan mengurungkan niatnya. Apalagi, seluruh daerah bahkan negara saat ini tengah berlomba-lomba, membuka peluang bagi pengusaha untuk berinvestasi.

“Makanya itu harus dikejar terus ke pemerintah pusat. Saya akan terus berusaha agar KEK Pulau Asam segera diresmikan,” kata mantan Bupati Karimun dua periode ini.

Menurut Nurdin, pemerintah pusat sudah melakukan peninjauan ke Pulau Asam. Namun sampai saat ini, proses pembahasan belum menemukan titik terang.

“Saya pun sudah bertemu dengan beberapa menteri terkait untuk menanyakan hal ini. Jawabannya lagi proses. Saya sudah minta agar didorong sehingga dapat dipercepat,” ucap Nurdin.

Baca Juga :   Warganet Ramai Bicarakan Dentuman dan Dajjal karena Letusan Krakatau

Baca Juga : Kepri Berharap 20 Pulau Disetujui Masuk KEK

Seperti diketahui, usulan KEK Pulau Asam di Kabupaten Karimun sudah disampaikan sejak 2016 silam, Bupati Karimun, Aunur Rafiq pun telah menyerahkan segala persyaratan yang dibutuhkan. Namun sampai sekarang KEK itu tak kunjung terealisasi.

Padahal usulan tersebut sama persis waktunya dengan KEK di wilayah Kota Batam dan Bintan, namun hanya tinggal Karimun yang belum disetujui. Sementara saat ini, sudah ada tiga perusahaan yang bersedia berinvestasi di atas pulau seluas 357 hektare itu. Di antaranya adalah anak perusahaan dari Panbil Grup yakni Batam Poperta, Elin Samanta dan Karimun Storage Terminal. Dengan total nilai investasi mencapai Rp20 triliun. Rencananya di pulau tersebut akan dibangun 50 tanki penyimpanan minyak.

Baca Juga :   KPU Batam Libatkan Parpol Awasi Pemilih Ganda

 

 

Reporter : Abdul Gani

Editor : Yuri B Trisna