Varian Paling Murah Fortuner Nyaris Tak Laku, Tipe 2.800 cc Justru Diburu Pembeli

Di pasar SUV ladder frame, harga paling rendah ternyata tidak selalu jadi penentu utama. Hal itu terlihat dari Toyota Fortuner bermesin 2.400 cc yang justru hanya terjual 16 unit, meski statusnya sebagai varian paling terjangkau di keluarga Fortuner.

Data penjualan tersebut menunjukkan pembeli lebih banyak mengarah ke tipe yang lebih mahal. Fortuner 2.800 cc bahkan mencatat 2.778 unit, sementara varian 2.700 cc masih bisa membukukan 22 unit, meski tetap jauh tertinggal dari mesin 2.800 cc.

Harga murah belum tentu paling dicari

Fortuner 2.400 cc diposisikan sebagai opsi awal bagi konsumen yang ingin masuk ke keluarga SUV besar Toyota. Harganya berada di level Rp 583,7 juta untuk transmisi manual dan Rp 601,8 juta untuk transmisi otomatis.

Namun, angka penjualan yang hanya 16 unit memperlihatkan bahwa banderol awal bukan satu-satunya pertimbangan. Di kelas seperti ini, pembeli tampaknya lebih melihat isi paket secara keseluruhan, mulai dari mesin, fitur, sampai citra varian.

Mesin besar lebih meyakinkan di mata pembeli

Lonjakan penjualan pada varian 2.800 cc memberi gambaran yang cukup jelas soal arah minat pasar. Tipe ini menjadi tulang punggung utama penjualan Fortuner dan unggul sangat jauh dari varian lain.

Kecenderungan tersebut menegaskan bahwa konsumen Fortuner tidak sekadar mencari SUV berukuran besar. Mereka juga tampaknya menginginkan tenaga yang lebih kuat dan karakter mobil yang terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian maupun keluarga.

Fitur dasar ada, tetapi belum cukup mengangkat minat

Secara perlengkapan, Fortuner 2.400 cc tetap membawa fitur keselamatan yang tidak bisa dianggap minim. Varian ini sudah dilengkapi vehicle stability control, traction control, trailer sway control, emergency brake signal, dan hill start assist.

Meski begitu, bekal tersebut belum cukup membuatnya lebih populer. Di segmen SUV ladder frame, selisih harga sering dibandingkan langsung dengan keuntungan yang didapat, sehingga pembeli lebih mudah terpikat pada varian yang menawarkan mesin lebih bertenaga dan paket yang lebih tinggi.

Fortuner tetap kuat di tengah persaingan ketat

Toyota hanya memasarkan Fortuner dengan mesin di bawah 3.000 cc di Indonesia. Toyota memang punya varian bermesin 4.000 cc, tetapi model itu tidak dijual di Indonesia dan difokuskan untuk ekspor.

Dengan pilihan mesin yang ada sekarang, Fortuner tetap berhasil menjaga posisinya di pasar. SUV ini masih bersaing di kelas yang sama dengan Mitsubishi Pajero Sport dan Isuzu MU-X, dengan Pajero Sport sebagai rival yang paling sering dibandingkan.

Persaingan yang ketat itu membuat konsumen makin selektif. Pada akhirnya, data penjualan menunjukkan bahwa Fortuner 2.800 cc masih menjadi magnet utama, sementara varian termurah belum berhasil mengubah harganya yang lebih rendah menjadi minat beli yang tinggi.

Exit mobile version