Pelantar.id – Aksi brutal penembakan Masjid di Selandia Baru (15/3) yang menewaskan 49 jemaah sholat jumat dikecam dunia. Apalagi aksi tersebut terencana dan disiarkan secara online di Facebook Live.

Beredarnya video penembakan itu bahkan di share banyak orang menandakan lemahnya filter Facebook terhadap video-video warning yang berbahaya untuk disebarkan. Bahkan Youtube menayangkan ulang.

pelaku penembakan mengunggah rencana dan manifestonya secara online. Lalu pada saat kejadian, pelaku menyiarkannya secara langsung di Facebook Live.

Kejadian ini menunjukkan bahwa algoritma dan moderasi yang dilanarkan patform media sosial masih rapuh. Padahal Facebook selama 18 bulan lebih berinvestasi untuk mencegah postingan hoaks, kekerasan, pelecahan, dan menyingkirkan aktor-aktor buruk di platform mereka.

Baca Juga :   Butuh Menjernihkan Pikiran? Mengapa Tidak Menulis Catatan Harian?

Facebook sendiri berinvestasi secara besar-besaran di sisi moderasi. Mereka memanfaatkan moderator manusia untuk membantu mesin mereka. Dan ternyata hal itu belum cukup membantu. Lagi-lagi Facebook mendapatkan masalah.

Siaran langsung penembakan tersebut berlangsung lebih dari 20 menit sebelum akhirnya bisa diturunkan Facebook. Hal ini menandakan kurangnya filter terhadap Facebook Live.

Selain itu, moderasi di media sosial tidak dirancang untuk menemukan dengan cepat video siaran langsung dalam platform mereka. Solusinya hanya butuh bantuan pengguna untuk melaporkan hal tersebut, sebelum risikonya meluas. Apakah ini cukup untuk mengantisipasi kejadian berikutnya?

sumber: tek.id