Warga Australia Dipilih Pimpin PT DSI, Luke Mahony Pegang Kunci Ekspor SDA

Penempatan Luke Thomas Mahony di pucuk pimpinan PT Danantara Sumber Daya Indonesia atau PT DSI langsung menjadi sorotan karena perusahaan ini memegang peran penting dalam pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional. Sosok yang dipilih bukan orang baru di sektor tambang, melainkan eksekutif asal Australia dengan rekam jejak panjang di bisnis korporasi dan strategi.

Luke bukan nama asing di lingkungan Danantara Indonesia. Setelah meninggalkan PT Vale Indonesia, ia kemudian masuk ke Danantara sebagai SEVP Business Performance & Optimization pada September 2025, sehingga posisinya kini semakin dekat dengan proyek besar yang sedang disiapkan pemerintah.

Jejak panjang di PT Vale Indonesia

Sebelum berada di lingkaran Danantara, Luke Thomas Mahony dikenal sebagai mantan Direktur PT Vale Indonesia. Ia juga tercatat sebagai sosok lama di perusahaan itu dengan pengalaman kerja yang panjang di sana.

Kariernya di PT Vale Indonesia dimulai sebagai general manager pada 2014. Pada 2024, ia naik menjadi Chief Strategy and Technical Officer, sebuah posisi yang menunjukkan kuatnya peran Luke di bidang strategi dan teknis.

Latar pendidikan Luke juga ikut menjadi perhatian. Ia merupakan alumnus University of South Wales.

PT DSI dan mandat baru ekspor SDA

PT DSI dibentuk untuk mendukung skema baru pengelolaan ekspor komoditas strategis nasional di bawah kebijakan pemerintah. Dalam struktur yang sedang disusun, perusahaan ini diproyeksikan menjadi salah satu entitas penting dalam jalur ekspor sumber daya alam.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan penunjukan Luke setelah bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Rosan menegaskan bahwa Luke adalah pilihan untuk saat ini, sementara proses penguatan struktur perusahaan masih berjalan.

Rosan juga menyebut jajaran PT DSI belum selesai disusun. Karena itu, nama-nama direksi lain belum diumumkan dan proses pengisian tim masih terus berlangsung.

Kebijakan pemerintah di balik pembentukan PT DSI

Latar penting pembentukan PT DSI ada pada kebijakan baru pemerintah mengenai tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

Dalam kebijakan itu, BUMN ditetapkan sebagai eksportir tunggal untuk sejumlah komoditas utama. Prabowo menyebut hasil sumber daya alam seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy wajib dijual melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah.

Skema tersebut otomatis membuat PT DSI berada di posisi strategis. Karena itu, penunjukan pimpinan perusahaan dinilai penting sejak tahap awal, apalagi jabatan itu diisi oleh sosok yang sudah terbiasa bekerja di level strategi korporasi dan industri tambang.

Pendekatan yang sedang dibangun

Rosan menjelaskan bahwa pemilihan pimpinan dilakukan dengan melihat rekam jejak dan kemampuan kandidat. Pendekatan ini sejalan dengan fase awal pembentukan Danantara yang menuntut figur berpengalaman untuk mengisi posisi penting.

Di saat bersamaan, Danantara juga terus menjalin komunikasi dengan pelaku usaha. Rosan mengatakan pihaknya sudah berdialog dengan asosiasi pengusaha komoditas, termasuk sawit dan paduan besi, serta melakukan sosialisasi kepada sejumlah organisasi usaha.

Langkah itu menunjukkan bahwa PT DSI tidak berdiri sendiri dalam penataan jalur ekspor baru. Pemerintah dan Danantara masih membangun fondasi kelembagaan sebelum struktur penuh perusahaan diumumkan secara lengkap.

Source: www.medcom.id
Exit mobile version