pelantar.id – Wakil Gubernur Kepulauan Riau Isdianto meminta gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-7 tingkat Provinsi Kepri tidak melupakan tujuan pendidikan generasi mendatang, selain sebagai syiar agama. Hal itu diungkapkan Isdianto saat menutup MTQ yang digelar di Air Pelangi, Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, Selasa (15/5).

“Saya harap MTQ ini tidak dimaknai sebatas kegiatan seremonial belaka,” kata Isdianto dalam sambutannya.

Menurut Isdianto, masyarakat Kepri harus dapat memetik makna yang terkandung dalam kegiatan tersebut untuk menciptakan, mencari wujud dan menghadirkan suasana yang memberikan kesejukan bagi masyarakat.

Selain untuk menjaga gairah syiar keagamaan, MTQ diharapkan juga memiliki peran mendidik masyarakat untuk menjadi lebih religius, di manapun tempat pelaksanaan MTQ tersebut.

Pada gelaran MTQ kali ini, keluar sebagai juara umum pertama adalah Kabupaten Karimun dengan perolehan nilai 131, yang disusul oleh Kota Batam dengan 118 poin. Sementara, tuan rumah Kabupaten Lingga menempati posisi ketiga dengan perolehan nilai 50 poin.

Baca Juga :   Ganti Rugi Lahan Seigong Cair Pekan Depan

Selain tilawah, MTA Kepri juga memperlombakan rebana yang disabet oleh Kota Batam, diikuti Kabupaten Karimun dan Lingga pada posisi kedua dan ketiga.

Kemudian, untuk juara Pawai Ta’ruf tuan rumah Kabupaten Lingga sukses berada diposisi pertama, sementara Kabupaten Karimun berada di posisi kedua dan Kota Batam berada di posisi ketiga.

Ditemui di sela acara, Bupati Lingga Alias Wello mengatakan, sangat bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga yang telah menyukseskan kegiatan sebagai tuan rumah. Usaha dan kerja keras dengan segela keterbatasan yang dimiliki oleh Kabupaten Lingga, mampu memberikan hasil maksimal berkat kerja sama seluruh pihak.

“Aparat Kepolisian dan TNI serta segenap stakholeder yang berperan dalam kegiatan ini, sangat membantu suksesnya MTQ ke-7 ini,” kata Alias Wello.

Baca Juga :   Tunjangan Kinerja Babinsa Cair Pekan Depan

Meskipun diakuinya masih terdapat beberapa kekurangan dalam pelaksanaan MTQ ini, namun yang terpenting adalah hasil yang didapat oleh Kabupaten Lingga setelah kegiatan ini.

Di tempat yang sama, di Arena MTQ ini juga akan digelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) tingkat Provinsi Kepri setelah Idul Fitri. Alias Wello berharap, panitia Popda dapat belajar dari penyelenggaraan MTQ dan dapat memetik referensi dan bahan evaluasi dari kegiatn tingkat provinsi itu.

“Ini luar biasa, kita mampu menggelar even provinsi ditengah keterbatasan, apa yang kurang akan kita evaluasi pada perhelatan tingkat provinsi berikutnya, bulan depan akan ada Popda (Pekan Olahgraga Pelajar Daerah),” tutupnya.

Sumber : Antara