Western Union Siapkan USDPT di Solana, Remitansi Lintas Negara Bisa Makin Cepat dan Murah

Western Union sedang menyiapkan perubahan besar dalam cara kerja remitansi lintas negara lewat langkah masuk ke stablecoin. Perusahaan itu kini menempatkan USDPT sebagai alat untuk mempercepat penyelesaian transaksi dan menekan ketergantungan pada sistem pembayaran lama.

Fokus awalnya bukan pada pengguna ritel, melainkan pada infrastruktur di balik layanan transfer uang. Dengan pendekatan itu, Western Union ingin memakai stablecoin untuk membuat proses pembayaran dengan mitra berjalan lebih ringkas dan efisien.

Chief Executive Devin McGranahan mengatakan perusahaan sudah berada di tahap akhir peluncuran USDPT, stablecoin berbasis dolar yang ditargetkan meluncur sesegera mungkin pada bulan ini. Token tersebut akan berjalan di blockchain Solana melalui kerja sama dengan Anchorage Digital.

Penggunaan awal USDPT diarahkan untuk membantu penyelesaian pembayaran antar pihak. McGranahan menyebut langkah ini dapat menggantikan sebagian peran infrastruktur antarbank tradisional seperti SWIFT, yang dalam praktiknya bisa membutuhkan beberapa hari untuk memproses pembayaran.

Bagi perusahaan remitansi besar, perubahan seperti ini punya dampak langsung pada arus dana. Jika penyelesaian transaksi bisa berlangsung nyaris instan, dana tidak perlu terlalu lama tertahan selama proses perpindahan antar pihak.

Masuknya Western Union ke stablecoin juga menandai perubahan cara pandang perusahaan terhadap aset digital. Tahun lalu, McGranahan mengatakan stablecoin tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan alat yang berpotensi meningkatkan layanan.

Ia juga menegaskan bahwa kecepatan transfer lintas batas tetap menjadi salah satu keunggulan penting Western Union. Di sisi lain, ia mengakui stablecoin masih punya keterbatasan untuk dipakai langsung dalam ritel tradisional.

Lebih dari sekadar USDPT

USDPT bukan satu-satunya inisiatif digital yang sedang disiapkan perusahaan. Western Union juga membangun Digital Asset Network, jaringan yang memungkinkan penyedia dompet kripto menjadikan Western Union sebagai opsi pencairan.

Lewat jaringan itu, pengguna bisa menukar aset digital ke mata uang lokal. Posisi ini membuat Western Union berperan sebagai penghubung antara dunia kripto dan sistem pembayaran tradisional.

Perusahaan juga menyiapkan produk lain bernama Stable Card, yang direncanakan meluncur pada akhir tahun ini. Produk tersebut dirancang agar pelanggan bisa menyimpan dana dalam stablecoin lalu membelanjakannya lewat jaringan kartu tradisional.

Stable Card ditujukan untuk pasar yang menghadapi inflasi tinggi dan membutuhkan akses ke nilai yang dipatok ke dolar AS. Langkah ini menunjukkan Western Union tidak hanya fokus memperbarui sistem internal, tetapi juga mencoba membuka penggunaan baru untuk aset digital.

Tekanan persaingan makin terasa

Dorongan ke stablecoin tidak terjadi sendirian di industri remitansi. Semakin banyak perusahaan melihat aset ini sebagai cara untuk membuat transfer lintas negara lebih cepat dan lebih murah dibanding sistem lama.

Western Union kini juga berhadapan dengan pesaing yang bergerak ke arah serupa. MoneyGram telah bekerja sama dengan penerbit stablecoin Circle, sementara Stripe mulai membangun infrastruktur berbasis blockchain untuk transaksi lintas batas.

Western Union sebelumnya juga menyebut daftar calon mitra untuk jaringan aset digitalnya mencakup perusahaan yang melayani puluhan juta pengguna dompet kripto. Ini menjadi sinyal bahwa strategi yang disiapkan tidak berhenti pada efisiensi internal, tetapi juga mengarah pada integrasi yang lebih luas antara ekosistem digital dan pembayaran tradisional.

Exit mobile version