Windows 11 sedang membawa beberapa pembaruan aksesibilitas yang terasa cukup langsung manfaatnya bagi pengguna harian. Yang paling mencolok adalah screen tint, fitur baru yang memberi lapisan warna ke seluruh layar agar tampilan terasa lebih nyaman di mata.
Microsoft menempatkan fitur ini sebagai opsi untuk orang yang sering lelah saat menatap layar terlalu lama. Pengaturannya bisa dibuka lewat Settings > Accessibility atau pintasan Win + U, lalu masuk ke bagian Vision.
Screen tint bekerja dengan cara yang berbeda dari Night light. Night light memanaskan warna layar untuk mengurangi cahaya biru yang bisa mengganggu tidur, sedangkan screen tint ditujukan untuk menurunkan intensitas tampilan agar mata tidak cepat capek pada siang hari.
Pengguna juga tidak dibatasi pada satu pilihan warna saja. Microsoft menyediakan enam warna preset, plus opsi warna kustom, dan ada slider intensitas untuk mengatur efeknya dari ringan sampai penuh.
Ada satu catatan penting dalam fitur ini. Saat screen tint diaktifkan, color filters akan mati, dan kondisi itu juga berlaku sebaliknya.
Di luar layar yang dibuat lebih adem, Microsoft juga mengubah pengalaman aksesibilitas lain di Windows 11. Salah satunya ada pada Narrator, yang kini mendapat dukungan refreshable braille display berbasis standar HID.
Dukungan itu membuat perangkat yang kompatibel bisa langsung dipakai lewat USB tanpa pengaturan tambahan yang rumit. Microsoft juga membawa dukungan yang sama ke Bluetooth, sehingga braille display HID bisa dipasangkan lewat Settings > Bluetooth & devices seperti aksesori nirkabel lain.
Beberapa perangkat yang disebut kompatibel termasuk Orbit Reader 20, Orbit Slate 340, Freedom Scientific Focus 40, dan APH Mantis Q40. Bahkan, dukungan ini sudah masuk ke pengalaman awal penyiapan Windows atau OOBE lewat USB, sehingga pengguna tunanetra ganda bisa menyiapkan PC sejak layar pertama.
Perubahan lain muncul di Magnifier. Microsoft mematikan touch bar untuk panning secara default supaya tampilan pembesaran terasa lebih bersih, terutama di perangkat layar sentuh.
Namun, pengguna yang masih mengandalkan bilah sentuh itu tetap bisa menyalakannya lagi. Opsi tersebut tersedia di Settings > Accessibility > Magnifier.
Sementara itu, Voice Access juga mendapat tambahan yang cukup berguna lewat Voice Isolation. Fitur ini membantu sistem lebih fokus pada suara pengguna meski ada orang lain berbicara di sekitar.
Microsoft menjelaskan bahwa Voice Isolation memisahkan suara lain dan kebisingan latar, lalu memprosesnya secara privat di perangkat. Di menu Improve speech recognition, tersedia tiga mode pengenalan suara, yaitu Voice Isolation, Remove background noise only, dan No filtering.
Mode Remove background noise only ditujukan untuk menghapus suara non-speech seperti suara mengetik atau pintu yang dibanting. Sementara No filtering memakai input mikrofon default tanpa pemrosesan tambahan.
Untuk mengaktifkan Voice Isolation, pengguna perlu menjalani setup singkat dengan membaca paragraf pendek agar sistem mengenali suara. Prosesnya hanya sekitar satu menit, dan data suara tidak keluar dari perangkat.
Seluruh pembaruan ini menjadi bagian dari dorongan Microsoft untuk menyegarkan Windows 11 lewat Windows K2 initiative. Microsoft juga menyebut program Windows Insider yang diperbarui membuat lebih banyak fitur masuk ke tahap pengujian, dengan build baru yang hadir setiap minggu.
Sebagian besar pengujian fitur aksesibilitas ini muncul di Experimental Channel. Beberapa pembaruan Voice Access juga mulai masuk ke Beta Channel, sementara grup Experimental lain lebih banyak berisi perbaikan bug dan peningkatan kecil.
Di luar aksesibilitas, build yang sama juga membawa perbaikan untuk IME bahasa Jepang dan Mandarin. Microsoft ikut menangani masalah explorer.exe yang membuat layar atau taskbar berkedip, serta gangguan pada audio, Energy Saver, Win + X, SSDP notification, dan perintah dism /online /cleanup-image /restorehealth.
Rangkaian update ini menunjukkan bahwa Windows 11 tidak hanya dibenahi dari sisi stabilitas. Microsoft juga terlihat memberi perhatian lebih besar pada kenyamanan mata, kendali suara, dan akses yang lebih mudah untuk pengguna dengan kebutuhan berbeda.