pelantar.id – Xiaomi mendorong 24 pemasok komponen ponsel pintar membuka pabrik di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Jika terealisasi, industri ini bisa menciptakan lapangan kerja hingga 10 ribu orang.

Pemimpin teknologi global Xiaomi untuk Indonesia, Steven Shi sudah datang ke Batam, dan menggelar Supplier Investment Summit di Hotel Radisson, bersama Badan Pengusahaan Batam, Senin (7/5). Pada kunjungan ini, Steven juga membawa 24 rekanan pemasok komponen smartphone itu dari Tiongkok.

“Kami sangat senang bersama-sama dengan BP Batam dapat menjamu para pemasok global dalam kegiatan ini,” kata dia.

Menurut Steven, Spllier Investment Summit pertama di Batam ini bisa mendorong investasi asing senilai 315 juta dolar Amerika ke industri manufaktur smartphone di Indonesia.

Baca Juga :   BP Batam Dukung Kebijakan Visa untuk Kegiatan Wisata

Ia optimistis, para pemasok melihat langsung besarnya potensi pasar di Indonesia, khususnya Batam. Ia berharap, terealisasinya investasi 24 pemasok komponen Xiaomi di Batam dapat menegaskan tagline Kami Buatan Indonesia yang diluncurkan Februari 2017 lalu.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, Supplier Investment Summit yang diprakarsai Xiaomi ini adalah langkah penting dalam menyambut masuknya investasi asing ke Indonesia khususnya Batam.

“Ini bisa memperkuat seluruh proses manufaktur smartphone lokal di Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata mengatakan, kehadiran 24 pemasok komponen Xiaomi semakin memperkuat rantai pasokan sehingga dapat memenangkan pasar. Para pemasok akan bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada, perusahaan yang sudah lebih dahulu melakukan perakitan ponsel pintar Xiaomi di Batam.

Baca Juga :   Artis K-POP Direncanakan Hadiri Ground Breaking PKS KPBU Hang Nadim

Ia mengatakan, kehadiran para pemasok ini sudah masuk tahap kedua. Tahap selanjutnya, adalah pengembangan pelabuhan dan bandara.

“Desember nanti pemenang tender pengembangan bandara sudah ada. Ke depan, para suplier Xiaomi dapat memanfaatkan bandara Batam. Dengan demikian, diharapkan Batam menjadi titik kumpul industri hulu dan hilir,” ujarnya.

Penulis: Yuri B Trisna
Editor: Yuri B Trisna