Apple Belum Tarik Biaya Menelepon Di iPhone 18, Sumber Salah Pahamnya Terungkap

Kabar soal iPhone 18 yang disebut bakal meminta bayaran $3.99 per bulan agar pengguna bisa menelepon ternyata tidak punya dasar yang kuat. Hingga kini, tidak ada pengumuman resmi dari Apple yang menunjukkan bahwa fungsi panggilan suara akan dipindahkan ke skema langganan seperti itu.

Yang membuat isu ini cepat menyebar adalah karena menyentuh hal paling mendasar pada sebuah ponsel, yaitu kemampuan menelepon. Wajar kalau banyak pengguna langsung khawatir, sebab narasi semacam ini terdengar seperti perubahan besar pada fitur standar yang selama ini dianggap otomatis ada di smartphone.

Sumber kebingungan datang dari unggahan viral

Ramainya kabar tersebut disebut berawal dari unggahan di X oleh akun HoopsCrave. Isi posting itu menyebar luas, tetapi tidak disertai bukti resmi yang bisa memverifikasi klaim bahwa Apple benar-benar akan mengenakan biaya untuk telepon di iPhone 18.

Di titik ini, posisi kabar tersebut lebih dekat ke misinformasi daripada bocoran produk. Tidak ada siaran pers, pernyataan perusahaan, atau pembaruan produk dari Apple yang mendukung narasi soal biaya langganan untuk menelepon.

Klaim yang beredar terdengar meyakinkan, tetapi tidak didukung data resmi

Narasi viral itu menyebut Apple akan menaruh fitur panggilan telepon di balik paywall bulanan sebesar $3.99 pada iPhone 18. Karena yang dibahas adalah fungsi inti ponsel, banyak orang langsung menganggap kabar itu masuk akal dan berpotensi mengubah cara pakai iPhone.

Padahal, sampai saat ini belum ada bukti resmi yang menunjukkan Apple ingin menarik biaya terpisah untuk panggilan suara. Layanan telepon sendiri tetap terkait dengan operator dan jaringan seluler, bukan langganan khusus ke Apple untuk membuka akses menelepon.

Asal salah pahamnya ternyata lebih lama dari isu viralnya

Sebagian kebingungan tampaknya muncul dari laporan lama mengenai kemungkinan model langganan perangkat iPhone. Dalam skema itu, pelanggan disebut akan membayar biaya bulanan untuk memakai perangkat dan melakukan upgrade secara berkala.

Model seperti itu lebih mirip program sewa atau pembiayaan perangkat. Jadi, yang dibahas adalah kepemilikan iPhone dan siklus upgrade, bukan pengguna harus membayar Apple supaya bisa menelepon.

Laporan yang sama juga menyebut gagasan langganan perangkat itu akhirnya dibatalkan. Pada akhir 2024, Apple dilaporkan menghentikan rencana tersebut karena kendala regulasi dan tantangan teknis.

Program yang ada sekarang bukan biaya untuk telepon

Apple memang menawarkan program pembiayaan dan upgrade di sejumlah pasar. Program ini membantu konsumen membayar perangkat secara bertahap atau mengganti model lama ke perangkat baru dalam periode tertentu.

Namun, program itu tidak sama dengan biaya untuk menggunakan panggilan suara. Panggilan telepon tetap bergantung pada paket operator dan layanan jaringan, bukan iuran bulanan terpisah kepada Apple untuk mengaktifkan fitur menelepon.

Karena itu, kabar bahwa iPhone 18 akan meminta pembayaran $3.99 per bulan agar bisa menelepon tidak sesuai dengan informasi yang tersedia. Tidak ada dasar resmi yang menunjukkan perubahan sebesar itu sedang disiapkan.

Statusnya masih sama: belum ada pengumuman resmi

Sampai Mei 2026, Apple belum mengumumkan bahwa panggilan suara pada iPhone 18 akan membutuhkan pembayaran bulanan kepada perusahaan. Tidak ada pula sinyal resmi yang mengarah ke kebijakan seperti itu.

Situasi ini membuat klaim viral tadi sulit dipertahankan sebagai informasi yang valid. Tanpa pengumuman resmi, dokumen perusahaan, atau laporan media kredibel, kabar tersebut layak diperlakukan sebagai hoaks.

Source: sundayguardianlive.com

Baca Juga

Back to top button