ASEAN Diperingatkan Marcos Jr, Rantai Pasok dan Geopolitik Sama-Sama Mengancam Ekonomi

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mendorong ASEAN untuk membaca situasi global dengan lebih waspada, karena tekanan geopolitik dinilai sudah mulai berkelindan dengan urusan ekonomi kawasan. Ia menilai gangguan dari luar Asia Tenggara tidak lagi berhenti pada level diplomasi, tetapi cepat merembet ke perdagangan, pasar keuangan, sampai aktivitas warga sehari-hari.

Di forum KTT ASEAN, Marcos menegaskan bahwa dunia yang makin saling terhubung membuat satu gejolak di satu wilayah mudah menjalar ke banyak negara lain. Karena itu, ia melihat ketidakpastian global bukan sebagai isu jauh, melainkan realitas yang langsung menyentuh negara-negara di Asia Tenggara.

Rantai pasok dan sektor ekonomi ikut tertekan

Salah satu sorotan Marcos adalah gangguan pada rantai pasok yang terus memberi tekanan pada ekonomi kawasan. Ia juga menyinggung persoalan mineral serta disrupsi di berbagai sektor ekonomi yang ikut memengaruhi cara negara-negara anggota menjalankan bisnis dan beradaptasi dengan perubahan global.

Menurut dia, dampak dari situasi itu memang tidak sama di setiap negara ASEAN. Meski begitu, arah tekanannya tetap sama, yaitu menambah beban pada masa depan kawasan bila tidak diantisipasi bersama.

Kondisi tersebut membuat negara-negara anggota harus lebih siap menghadapi risiko yang datang dari luar kawasan. Marcos melihat keterhubungan ekonomi global justru membuat gangguan di satu titik bisa masuk lebih cepat ke ASEAN dan langsung terasa di banyak lini.

Risiko keamanan ikut membesar

Selain soal ekonomi, Marcos juga menyoroti ancaman terhadap infrastruktur vital dan keamanan kawasan. Ia mengaitkan hal itu dengan rivalitas kekuatan besar dunia yang menurutnya ikut memperbesar risiko bagi ASEAN.

Dalam pandangannya, tantangan semacam ini tidak bisa diatasi sendiri oleh masing-masing negara. Karena itu, ia menekankan perlunya respons kolektif dari negara-negara ASEAN agar kawasan tetap mampu menjaga stabilitas di tengah tekanan yang terus berubah.

Peringatan itu memperlihatkan bahwa kerja sama ASEAN tidak cukup hanya bertumpu pada perdagangan. Ketahanan politik dan keamanan juga harus ikut diperkuat supaya kawasan tidak mudah goyah saat tekanan eksternal meningkat.

Dorongan menuju ASEAN 2045

Meski nada yang disampaikan cenderung hati-hati, Marcos tetap melihat situasi global sebagai peluang untuk memperkuat daya tahan kawasan. Filipina, kata dia, mendorong ASEAN 2045 sebagai visi bersama untuk membangun komunitas yang lebih tangguh, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat.

Ia menempatkan visi itu sebagai ruang untuk menjawab tantangan dengan cara yang lebih efektif dan inovatif. Arah tersebut juga menunjukkan upaya agar ASEAN tidak hanya bereaksi saat tekanan datang, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang.

Dalam forum yang sama, Marcos memaparkan kerangka kerja Lead-SAIL-RISE sebagai prioritas strategis kepemimpinan ASEAN. Kerangka itu dirancang untuk memperkuat keamanan politik berbasis aturan, memperdalam integrasi ekonomi, serta mendorong kerja sama sosial dan budaya di kawasan.

Pesan utama yang dibawa Marcos cukup jelas: ketegangan global kini bisa punya dampak langsung ke Asia Tenggara. Karena itu, ASEAN diminta tidak hanya sigap membaca risiko, tetapi juga konsisten memperkuat fondasi kawasan agar lebih tahan menghadapi guncangan ekonomi maupun politik dari luar.

Source: mediaindonesia.com

Baca Juga

Back to top button