Banten dan Lampung Dipilih KONI untuk PON 2032, Keunggulan Fasilitas Jadi Pembeda Utama

Forum organisasi olahraga nasional di Jakarta menghasilkan keputusan besar yang sudah lama ditunggu: Banten dan Lampung resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII/2032. Penetapan itu menutup proses seleksi yang berlangsung berlapis, dari penjaringan awal sampai penilaian kesiapan daerah.

Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Nasional dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa KONI Pusat di Hotel Pullman, Jakarta Barat. Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyebut seluruh rangkaian forum berjalan lancar dari awal hingga penutupan.

Banten dinilai paling kuat dalam kesiapan fasilitas

Dalam proses penilaian, Banten menonjol karena dianggap lebih siap dari sisi infrastruktur pendukung. Ketua Tim Penjaring dan Penyaring calon tuan rumah PON XXIII/2032, Mayjen TNI Purn Dr. Suwarno, menjelaskan bahwa provinsi itu unggul dalam kesiapan venue, hotel, dan fasilitas kesehatan.

Suwarno menyebut Banten memenuhi syarat 89 persen berdasarkan hasil peninjauan tim. Ia juga menilai sarana pendukung di wilayah itu tersebar dan cukup memadai untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga nasional.

Lampung juga lolos sebagai bagian dari tuan rumah, meski hasil penilaiannya berada di bawah Banten. Suwarno menyebut Lampung dinilai memenuhi syarat 76 persen, dengan catatan antara lain pada venue atletik yang belum memenuhi standar delapan lintasan.

Keputusan final setelah seleksi panjang

Penetapan dua provinsi itu menandai akhir dari tahap penjaringan yang dilakukan secara bertahap. Prosesnya mencakup visitasi hingga penilaian kesiapan daerah, sehingga keputusan akhir tidak lahir secara mendadak.

Dari hasil pemantauan tim, KONI Pusat menilai Banten dan Lampung sama-sama layak mengemban tugas sebagai tuan rumah PON 2032. Karena itu, keputusan final disetujui bersama dalam forum organisasi tersebut.

Marciano Norman turut mengapresiasi KONI Banten dan KONI Lampung yang menjalani proses panjang hingga akhirnya ditetapkan. Ia menegaskan bahwa persetujuan itu diambil bersama seluruh anggota KONI Pusat.

Forum yang juga mengubah arah organisasi

Meski sorotan utama tertuju pada penetapan tuan rumah PON, forum yang sama juga melahirkan sejumlah keputusan penting lain. Musornaslub KONI 2026 mengesahkan penyempurnaan AD/ART KONI 2020, termasuk kehadiran kode etik organisasi sebagai norma moral resmi.

Aturan soal masa jabatan pimpinan organisasi olahraga juga diperbarui. Ketua umum organisasi olahraga kini bisa menjabat lebih dari dua periode, tetapi hanya jika memperoleh aklamasi penuh dari seluruh anggota.

KONI juga mempertegas larangan rangkap jabatan pada posisi strategis. Ketua umum, sekretaris jenderal, dan bendahara tidak diperbolehkan merangkap jabatan di organisasi olahraga lain, baik secara horizontal maupun vertikal.

Ekosistem kompetisi ikut diperluas

Di forum yang sama, KONI menambah beberapa agenda multievent nasional. Program yang masuk daftar itu adalah PON Bela Diri, PON Pantai, PON Indoor, dan PON Remaja.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperluas ruang kompetisi dan memperkuat pembinaan prestasi nasional. Dengan begitu, jalur pembibitan atlet tidak hanya bertumpu pada satu ajang besar saja.

KONI juga menerima Pengurus Besar Federasi Olahraga Domino Indonesia atau PB ORADO sebagai anggota resmi. Dengan masuknya ORADO, jumlah anggota KONI kini menjadi 82.

Data atlet jadi fokus berikutnya

Menjelang penutupan rangkaian agenda, Marciano Norman meluncurkan sistem basis data atlet nasional bertajuk “Megaku: Digital Sport Ecosystem”. Sistem itu dikembangkan oleh bidang Pusat Pengumpulan dan Pengolahan Data KONI.

Marciano menekankan bahwa data atlet harus mampu merekam perjalanan dari akar rumput sampai menjadi atlet elite Indonesia. Menurutnya, penguatan basis data menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pembinaan yang lebih modern.

Rakernas juga membahas laporan program kerja tahun 2025 dan rencana kerja tahun 2026. Pembahasan itu mencakup hasil kerja Komisi A dan Komisi B, yang menangani organisasi, hukum, media, pembinaan prestasi, sport science, hingga kesejahteraan pelaku olahraga.

Dengan penetapan Banten dan Lampung sebagai tuan rumah PON XXIII/2032, KONI sekaligus menempatkan penataan organisasi, perluasan kompetisi, dan penguatan data sebagai bagian dari arah persiapan menuju PON XXII/2028 dan PON XXIII/2032. Marciano juga menyoroti pentingnya pengembangan PON Bela Diri, PON Pantai, dan PON Remaja agar ke depan bisa berjalan lebih rutin bagi cabang olahraga nasional.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button