Bagi sebagian pengguna, masalahnya bukan hanya soal fitur AI di browser, tetapi juga soal ruang penyimpanan yang tiba-tiba terpakai cukup besar. Chrome dilaporkan mengunduh file model AI lokal berukuran sekitar 4 GB ke komputer pengguna, dan file itu terkait dengan Gemini Nano milik Google.
Sorotan ini kembali menguat setelah blogger teknologi dengan nama samaran The Privacy Guy, atau Alexander Hanff, menyoroti keberadaan file tersebut. Hanff menyebut Chrome memasang model AI lokal ke perangkat pengguna tanpa persetujuan yang jelas.
File itu ditemukan tersimpan dengan nama weights.bin di folder OptGuideOnDeviceModel. Menariknya, jika file tersebut dihapus secara manual, Chrome disebut akan mengunduhnya lagi secara otomatis.
Model lokal yang dipakai Chrome ini bukan sesuatu yang benar-benar baru. Unggahan di Reddit disebut sudah menemukan file serupa sejak 2025, ketika ukurannya masih sekitar 3 GB sebelum kemudian membesar menjadi sekitar 4 GB.
Gemini Nano sendiri adalah versi ringan dari large language model milik Google. Sistem ini dibuat agar bisa berjalan langsung di perangkat pengguna, tanpa selalu bergantung pada komputasi cloud.
Justru di titik itu muncul keberatan dari sebagian pengguna. Ukuran file yang mencapai beberapa gigabita dinilai terlalu besar untuk disebut “nano”, apalagi kalau ikut memakan kapasitas penyimpanan komputer.
Di luar urusan kapasitas, keberadaan model AI lokal juga memunculkan pertanyaan soal transparansi. Pengguna dinilai perlu tahu dengan jelas apakah browser mengunduh komponen AI tambahan yang bisa memengaruhi penyimpanan dan kinerja perangkat.
Jika pengguna merasa tidak membutuhkan fitur itu, ada cara untuk mematikannya lewat pengaturan eksperimental Chrome Flags. Langkahnya dimulai dengan membuka Chrome, lalu mengetik chrome://flags di address bar.
Setelah itu, cari opsi optimization-guide-on-device-model dan ubah pengaturannya menjadi Disabled. Setelah Chrome di-restart, browser biasanya akan menghapus file weights.bin dari perangkat.
Untuk pengguna macOS, pengecekan file besar di folder Chrome juga bisa dilakukan lewat perintah tertentu di Terminal. Sementara itu, pengguna Windows disebut dapat mematikan fitur ini melalui pengaturan Registry.
Opsi-opsi tersebut memberi jalan bagi pengguna yang ingin membatasi komponen AI lokal agar tidak terus aktif di latar belakang. Pembahasan ini juga ikut membuka kembali sorotan terhadap infrastruktur AI yang dipakai perusahaan teknologi, termasuk besarnya sumber daya yang dibutuhkan untuk membangun fitur AI modern.
Di saat yang sama, ada pula kekhawatiran lain yang ikut mengiringi perkembangan AI. Sejumlah pihak menyoroti dampak lingkungan dan konsumsi energi dari penggunaan AI yang makin luas.
Ada juga penelitian yang mulai mengaitkan penggunaan AI secara terus-menerus dengan kemampuan kognitif manusia. Salah satunya studi dari Carnegie Mellon University yang menyebut kebiasaan bergantung pada AI berpotensi memengaruhi cara berpikir pengguna.
Karena itu, sebagian pengamat teknologi menyarankan pengguna lebih selektif saat mengaktifkan fitur AI di browser. Langkah sederhana seperti memeriksa folder penyimpanan dan mengatur ulang opsi optimization-guide-on-device-model bisa jadi cara paling praktis untuk memastikan Chrome tidak terus menyimpan model AI lokal yang tidak dibutuhkan.
Source: teknologi.bisnis.com




