Cole Palmer Tak Masuk Skuad Inggris, Tuchel Pilih Tim yang Lebih Disiplin

Keputusan Thomas Tuchel tidak memasukkan Cole Palmer ke skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 langsung jadi bahan pembicaraan besar. Sorotan bukan hanya tertuju pada absennya pemain Chelsea itu, tetapi juga pada alasan di balik pilihan pelatih asal Jerman tersebut.

Palmer disebut terpukul berat setelah namanya tak ada dalam daftar 26 pemain yang dibawa ke turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Kehilangan kesempatan tampil di panggung terbesar sepak bola dunia membuat gelandang berusia 24 tahun itu dikabarkan merasa hancur.

Pertimbangan Tuchel tidak sekadar soal kemampuan

Pencoretan Palmer memunculkan dugaan bahwa keputusan Tuchel tidak murni didasarkan pada performa. Media Inggris menyebut sang pelatih punya keraguan terhadap karakter dan kepribadian Palmer, sehingga faktor nonteknis ikut memengaruhi susunan akhir skuad.

Tuchel sendiri menegaskan bahwa tim turnamen tidak selalu harus diisi 26 pemain paling berbakat. Baginya, kepercayaan, kepemimpinan, dan komitmen penuh lebih penting untuk membangun grup yang solid dan siap menghadapi tekanan besar.

Ia juga menekankan bahwa skuad yang kuat harus berisi pemain yang bisa dipercaya dalam situasi penting. Menurut Tuchel, tim semacam itu perlu sosok yang mampu menetapkan standar dan membentuk kelompok kepemimpinan di dalam ruang ganti.

Nama besar lain juga tersisih

Absennya Palmer memang mencuri perhatian, tetapi dia bukan satu-satunya nama besar yang tidak masuk daftar. Phil Foden, Morgan Gibbs-White, Adam Wharton, Jarrod Bowen, dan Alex Scott juga tidak dipanggil untuk turnamen tersebut.

Meski begitu, Inggris tetap membawa sejumlah pemain utama seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Declan Rice, dan Bukayo Saka. Tuchel juga memberi tempat bagi pemain muda seperti Kobbie Mainoo, Nico O’Reilly, dan Djed Spence.

Pengumuman skuad pada Jumat, 22 Mei 2026, langsung memunculkan perdebatan luas di Inggris. Tidak masuknya Palmer menjadi salah satu topik paling panas karena statusnya selama ini dianggap sebagai salah satu pemain penting Chelsea dan tim nasional.

Musim Palmer ikut jadi sorotan

Dalam dua musim terakhir, Palmer sempat menjadi pemain kunci Chelsea dan langganan tim nasional. Namun musim ini performanya dinilai menurun seiring inkonsistensi yang dialami Chelsea sepanjang kompetisi.

Situasi itu membuat pencoretannya tidak sepenuhnya mengejutkan bagi sebagian pihak. Walau begitu, keputusan tersebut tetap memancing diskusi karena Palmer sebelumnya disebut punya tempat kuat di skuad Inggris.

Laporan The Sun menyebut Tuchel memang memberi perhatian besar pada karakter pemain saat memilih skuad untuk turnamen besar. Palmer dinilai tidak masuk profil yang diinginkan pelatih, dan pandangan serupa juga disebut berlaku untuk Phil Foden yang sama-sama gagal dipanggil setelah musim yang kurang maksimal bersama Manchester City.

Skuad Inggris dibangun dengan ukuran yang berbeda

Dalam konferensi pers di Wembley, Tuchel menjelaskan bahwa timnya disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan karakter dan spesialisasi untuk berbagai situasi pertandingan. Ia juga menempatkan kekuatan bola mati sebagai bagian penting dari persiapan Inggris.

Tuchel mengatakan timnya disiapkan untuk menghadapi kondisi unggul maupun tertinggal. Ia menyebut keberadaan banyak pemain muda, termasuk beberapa yang juara Euro U-21, sebagai bagian dari komposisi yang ia anggap tepat.

Menurut Tuchel, Inggris juga membutuhkan pemain yang punya tugas jelas di lapangan. Karena itu, skuad yang dibawanya tidak hanya mengejar reputasi, tetapi juga stabilitas grup dan kesiapan kolektif untuk menghadapi turnamen besar.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button