Dari M10 Sampai S70/2, Mesin BMW Yang Membuat Nama Merek Ini Sulit Tergeser

Banyak orang mengenal BMW dari mobilnya, tetapi para penggemar justru sering mengingat merek ini lewat mesinnya. Di balik berbagai model ikonik, ada beberapa unit mekanis yang membuat nama BMW bertahan lama di percakapan para builder, tuner, dan pecinta mobil performa.

Yang menarik, mesin-mesin ini tidak hanya dipuji karena tenaga besar. Ada yang dihormati karena sederhana dan tahan banting, ada yang jadi favorit karena mudah dikembangkan, dan ada juga yang dianggap puncak teknik BMW karena karakter putarannya yang khas.

Dari empat silinder ke enam silinder yang jadi legenda

Salah satu titik awal penting ada pada M10, mesin empat silinder yang membentuk fondasi awal karakter sport BMW. Mesin ini berkembang dari unit yang tangguh menjadi dasar penting, termasuk saat dipakai pada 2002 Turbo lewat versi berturbo yang sering disebut M31.

BMW M mencatat 2002 Turbo memakai turbocharger KKK dengan output 170 hp dan 240 Nm. Di era mobil performa kompak Eropa awal 1970-an, angka itu tergolong besar dan langsung membuat BMW lebih diperhitungkan.

Di sisi lain, M50B25 memperkuat reputasi inline-six BMW pada era 1990-an. Mesin 2.5 liter ini hadir di E36 325i dan E34 525i, lengkap dengan dua camshaft atas, empat katup per silinder, pengapian coil-on-plug, blok besi, dan head aluminium.

Versi awal non-VANOS menghasilkan sekitar 189 hp dan 181 lb-ft torsi. Versi M50TU kemudian menambahkan single VANOS di intake camshaft, memberi karakter yang lebih halus tanpa menghilangkan daya tarik utamanya.

Mesin yang dicintai karena respons dan potensi ubahan

Bagi banyak penggemar, M50B25 bukan sekadar mesin tua yang kuat. Kombinasi blok besi dan kepala silinder yang mengalir baik membuatnya disukai builder, terutama karena mesin ini dianggap siap menerima turbocharging tanpa kehilangan kepercayaan pada ketahanannya.

Karakter seperti itu juga terlihat pada N54B30, hanya dengan pendekatan yang jauh lebih modern. Mesin ini muncul di 335i generasi E90 sebagai mesin bensin turbo modern BMW yang diproduksi massal, lalu dipakai juga di 135i, 535i, Z4 sDrive35i, dan model lain yang populer di kalangan penggemar.

Materi BMW mencatat mesin 3.0 liter twin-turbo inline-six ini berada di angka 300 hp dan 300 lb-ft torsi pada 335i. Direct injection, dua turbo kecil, dan aftermarket yang luas membuat N54 cepat mengubah budaya tuning BMW.

Nama M yang paling sering disebut penggemar

Kalau bicara mesin BMW yang paling identik dengan mobil performa, S54B32 hampir selalu masuk daftar. Mesin ini menjadi wajah E46 M3 dan masih dianggap banyak penggemar sebagai definisi paling kuat dari model tersebut.

BMW M mencatat keluarga E46 M3 dengan inline-six berputaran tinggi ini menghasilkan 343 hp sampai 360 hp, tergantung versi. E46 M3 standar pasar Eropa menghasilkan 343 hp, versi Amerika umumnya 333 hp, sementara M3 CSL memakai mesin yang sama hingga 360 hp.

Namun yang membuat S54 berbeda bukan cuma angkanya. Individual throttle bodies, putaran mesin tinggi, dan respons tajam memberi nuansa motorsport yang tetap terasa bahkan tanpa ubahan.

Era modern yang tetap dicari tuner

B58B30 sering dianggap sebagai salah satu mesin modern BMW yang paling dipercaya tuner. Mesin ini dipakai di banyak model BMW, lalu namanya ikut meluas saat Toyota GR Supra 3.0 menggunakannya pada mobil sport Jepang itu.

Toyota mencatat GR Supra 3.0 memakai mesin 3.0 liter turbocharged inline-six dengan output 382 hp dan 368 lb-ft torsi dalam spesifikasi U.S. modern. Banyak penggemar menilai B58 sebagai versi yang belajar dari N54, tetapi dibuat lebih bersih, lebih kuat, lebih mudah dijalani, dan tetap sangat responsif terhadap upgrade ringan.

Di atasnya, ada S58B30 yang membawa formula turbo inline-six ke level mesin M penuh. Mesin ini hadir di G80 M3 Competition dan G82 M4 Competition dengan layout 3.0 liter BMW M TwinPower Turbo inline-six.

BMW USA mencantumkan M3 dan M4 Competition penggerak roda belakang pada 503 hp, sementara versi Competition xDrive mencapai 523 hp. Mesin ini menunjukkan seberapa jauh turbo six BMW berkembang, meski biayanya jelas berbeda dari favorit BMW yang lebih tua.

Puncak mekanis di kelas supercar

Di antara semua nama itu, S70/2 berada di level yang paling ekstrem. BMW M menyebut mesin 6.1 liter bertenaga 627 hp ini menggerakkan McLaren F1 dan F1 GTR, sementara BMW M sendiri hanya memakainya di E31 M8 Prototype.

Mesin ini memakai 12 individual throttle valves, continuously adjustable inlet timing, dry-sump lubrication, dua injection jets per silinder, dan puncak tenaga di 7.500 rpm. McLaren F1 sendiri memberi panggung yang pas lewat posisi duduk tengah, transmisi manual, bobot rendah, dan bodi yang dibuat untuk kecepatan sekaligus kemurnian.

Bagi banyak pembangun mesin dan sejarawan BMW, S70/2 tetap menjadi ekspresi tertinggi era Paul Rosche di BMW Motorsport. Bersama M10, M50B25, S54B32, N54B30, B58B30, dan S58B30, mesin ini menunjukkan bahwa warisan BMW paling kuat justru lahir dari jantung mekanisnya.

Baca Juga

Back to top button