Di Tengah Tarik-Urut Regulasi Washington, Bitmine Tambah Ethereum Lagi Rp4,8 Triliun

Di tengah pasar kripto yang masih menunggu arah jelas dari Washington, Bitmine justru kembali menambah eksposur besar ke Ethereum. Perusahaan treasury itu membeli Ether senilai $294 juta, sehingga total kepemilikan aset kripto yang digenggamnya makin besar dan mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemegang Ethereum korporasi terbesar.

Langkah terbaru ini membuat akumulasi aset kripto Bitmine menjadi yang terbesar sejak Desember. Setelah pembelian tersebut, Bitmine kini menguasai sekitar $12 miliar dalam aset kripto Ether, sambil tetap memiliki saham signifikan di beberapa bisnis lain seperti Beast Industries dan Eightco.

Bitmine tetap agresif di saat pasar menunggu kepastian aturan

Pembelian besar ini datang ketika pelaku pasar masih mencermati pembahasan Clarity Act, rancangan aturan yang dianggap penting untuk membentuk kerangka federal aset digital di Amerika Serikat. Di tengah proses yang belum mulus, Bitmine memilih untuk menambah kepemilikan Ether alih-alih menahan diri.

Senator Cynthia Lummis menyebut Senat akan melakukan markup terhadap Clarity Act pada May setelah sebelumnya agenda itu sempat tertunda. Namun, pembahasan di kalangan anggota parlemen masih menyisakan perbedaan pandangan pada sejumlah isu, termasuk aturan imbal hasil stablecoin dan pembagian kewenangan antarregulator.

Ethereum masih mendapat dukungan dari investor besar

Minat terhadap Ethereum belum surut meski situasi regulasi belum sepenuhnya jelas. Data pasar menunjukkan harga Ether naik 14% dalam sebulan terakhir, walaupun nilainya masih turun 54% dari puncak August di $4,950.

Arus dana ke produk investasi berbasis Ether juga kembali menguat. Menurut data DefiLlama, ETF spot Ether menarik dana $489 juta pada April dan memutus tren keluar dana selama lima bulan berturut-turut.

Ketua Bitmine, Tom Lee, melihat ada dua dorongan besar di balik daya tarik Ethereum, yakni tokenisasi aset di Wall Street dan perkembangan kecerdasan buatan. Ia juga menilai Ether makin relevan karena perannya yang menguat sebagai aset pendukung ekosistem digital.

Strategi Bitmine tak hanya bertumpu pada Ethereum

Meski fokus utamanya terlihat pada akumulasi Ether, Bitmine tidak sepenuhnya bergantung pada satu tema investasi. Perusahaan itu juga termasuk sedikit perusahaan publik yang memberi eksposur ke OpenAI melalui Eightco, sehingga portofolionya tersambung ke beberapa narasi pasar yang sedang ramai dibahas.

Dukungan terhadap Bitmine juga datang dari sejumlah nama besar di industri investasi dan kripto, seperti ARK milik Cathie Wood, Founders Fund, Pantera, Kraken, Galaxy Digital, dan Bill Miller. Kehadiran para investor ini menunjukkan strategi akumulasi aset digital Bitmine masih mendapat perhatian dari kalangan institusional.

Regulasi yang belum pasti tetap tidak menghentikan langkah akumulasi

Tom Lee juga menyoroti bahwa Ethereum tetap kuat meski ketegangan geopolitik meningkat. Ia menyebut Ether memiliki peran sebagai “war-time store of value” dan mengatakan aset itu memimpin sejak perang [Iran] dimulai.

Di sisi lain, posisi Bitmine sendiri belum sedang dalam tren yang sama kuatnya dengan aset yang diborongnya. Saham perusahaan itu turun lebih dari 60% sejak August, tetapi pembelian Ether terbaru memperlihatkan bahwa arah strategi Bitmine belum berubah.

Dengan Senat yang masih bersiap membahas ulang Clarity Act dan pasar yang terus menimbang arah regulasi aset digital, Bitmine justru menambah taruhan pada Ethereum. Di tengah penundaan pembahasan dan masih kuatnya minat investor institusional, langkah perusahaan ini menegaskan bahwa Ether tetap menjadi aset utama yang terus dikoleksi.

Baca Juga

Back to top button