Dua Chip Baru Qualcomm Bikin Ponsel Kelas Menengah dan Murah Makin Kencang, Siap Dipakai di 2026

Dua chip anyar Qualcomm langsung mengarah ke kebutuhan yang paling ramai di pasar, yaitu ponsel menengah dan murah. Snapdragon 6 Gen 5 dan Snapdragon 4 Gen 5 sama-sama membawa fitur yang sebelumnya lebih identik dengan kelas atas, tetapi kini disiapkan untuk perangkat yang jauh lebih terjangkau.

Perbedaan keduanya cukup jelas sejak awal. Snapdragon 6 Gen 5 ditujukan untuk kelas menengah dengan fokus pada performa, kamera, dan konektivitas yang lebih maju, sedangkan Snapdragon 4 Gen 5 diposisikan untuk segmen budget dengan peningkatan grafis, gaming, dan efisiensi daya.

Dorongan besar untuk kelas menengah

Snapdragon 6 Gen 5 dibuat dengan proses 4nm dan memakai susunan CPU 4+4. Empat inti performanya berjalan hingga 2,6GHz, sementara empat inti efisiensinya mencapai 2,0GHz, dengan dukungan memori LPDDR5.

Qualcomm mengklaim chip ini membuat pembukaan aplikasi 20% lebih cepat dibanding generasi sebelumnya. Perusahaan juga menyebut stutter layar turun 18%, yang berarti animasi dan perpindahan antarmuka diharapkan terasa lebih mulus.

Di sisi grafis, Adreno GPU di dalamnya diklaim memberi peningkatan performa 21% dan efisiensi daya grafis 8% lebih baik. Untuk menjaga pengalaman bermain game tetap stabil lebih lama, Qualcomm menambahkan Adaptive Performance Engine 4.0.

Kamera dan konektivitas ikut ikut naik kelas

Selain tenaga komputasi, Snapdragon 6 Gen 5 juga dibekali fitur yang menyasar penggunaan visual. Chip ini mendukung night vision berbasis AI dan 100x in-sensor zoom, dua kemampuan yang membuatnya terlihat lebih ambisius di segmen menengah.

Konektivitasnya juga tidak dibuat setengah hati. Qualcomm menyematkan dukungan Wi-Fi 7 dengan kecepatan puncak 5,8 Gbps serta Bluetooth 6.0, sehingga perangkat yang memakainya punya bekal modern untuk urusan jaringan dan aksesori nirkabel.

Qualcomm juga memperkenalkan Smooth Motion UI untuk membantu navigasi antarmuka terasa lebih lancar. Fitur ini mempertegas arah baru perusahaan, yaitu membawa pengalaman yang lebih halus ke ponsel yang harganya tidak setinggi kelas premium.

Chip budget juga mendapat lonjakan

Di bawahnya, Snapdragon 4 Gen 5 hadir sebagai opsi yang lebih terjangkau. Chip ini juga dibuat dengan proses 4nm, tetapi mengusung konfigurasi CPU 2+6, terdiri dari dua inti performa hingga 2,4GHz dan enam inti efisiensi hingga 2,0GHz.

Peningkatan paling mencolok datang dari sisi grafis. Qualcomm mengklaim GPU pada chip ini melonjak hingga 77% dibanding pendahulunya, sekaligus membuka dukungan gameplay hingga 90FPS, yang disebut sebagai yang pertama di seri Snapdragon 4.

Untuk pemakaian harian, Qualcomm menyebut pembukaan aplikasi 43% lebih cepat dan stutter layar turun 25% dibanding generasi sebelumnya. Efisiensi daya juga diklaim naik 10%, sehingga perangkat berpeluang lebih hemat saat dipakai sehari-hari.

Fokus pada perangkat murah yang lebih relevan

Snapdragon 4 Gen 5 tidak hanya mengejar performa dasar. Chip ini mendukung Dual SIM Dual Active dengan kombinasi 5G + 5G/4G, serta perekaman video 1080p pada 60 frame per detik.

Qualcomm juga menyertakan dukungan memori LPDDR4X pada 2,1GHz. Dengan kombinasi tersebut, platform ini tampak disiapkan agar ponsel murah tetap bisa menawarkan pengalaman yang terasa lebih segar dan tidak tertinggal jauh.

Langkah Qualcomm ini memperlihatkan strategi yang makin agresif di pasar volume besar. Perusahaan tidak hanya mengejar pengguna premium, tetapi juga membawa kombinasi performa, efisiensi, dan fitur modern ke segmen yang paling banyak dipakai.

Kedua chip ini dijadwalkan hadir di perangkat komersial dari OEM global pada paruh kedua 2026. Nama yang sudah disebut mencakup HONOR, OPPO, realme, dan REDMI, sementara Samsung tidak tercantum dalam daftar tersebut.

Source: sammyguru.com
Exit mobile version