Kamakawa Jadi Pembeda, Crystal Palace Tinggal Menjaga Satu Hasil Di Selhurst Park Untuk Ke Final

Satu tangan Crystal Palace sudah hampir menyentuh final Liga Konferensi 2025/2026 setelah pulang dari markas sementara Shakhtar Donetsk dengan kemenangan 3-1. Hasil itu memberi tim asuhan Oliver Glasner modal sangat besar karena mereka kini hanya butuh satu hasil imbang pada leg kedua untuk lolos.

Keunggulan Palace juga terasa karena mereka tampil efisien di momen penting. Saat Shakhtar sempat bangkit dan membuat laga kembali seimbang, tim tamu tetap mampu menjaga kendali dan menutup pertandingan dengan dua gol tambahan.

Laga di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, pada Jumat (1/5) dini hari WIB langsung berjalan sesuai rencana Palace. Mereka membuka skor hanya satu menit setelah sepak mula lewat Ismaila Sarr, setelah menerima umpan Jean-Philippe Mateta yang mengirim bola matang ke depan gawang.

Gol cepat itu membuat Palace lebih nyaman mengatur permainan sejak awal. Shakhtar Donetsk pun dipaksa mengejar sejak menit-menit pertama dan kesulitan keluar dari tekanan yang diberikan lawannya.

Shakhtar sempat hidup lagi

Tuan rumah tidak membiarkan Palace memegang kendali tanpa perlawanan. Awal babak kedua menjadi momen ketika Shakhtar berhasil menyamakan skor lewat Oleh Ocheretko pada menit ke-47.

Gol itu lahir dari umpan Kaua Elias dan sempat membuat pertandingan terbuka lagi. Bagi skuad asuhan Arda Turan, momen tersebut memberi harapan untuk mengubah arah laga di kandang sementara mereka.

Namun, Palace tidak membiarkan situasi itu bertahan lama. Mereka segera merespons dan kembali menaikkan intensitas permainan untuk mengambil alih momentum.

Kamada jadi pembeda

Daichi Kamada tampil sebagai sosok penting di lini tengah Palace. Gelandang asal Jepang itu menjaga stabilitas permainan tim tamu dan memberi pengaruh besar ketika pertandingan memasuki fase krusial.

Ia membawa Palace kembali unggul pada menit ke-58 lewat gol kedua timnya. Setelah itu, Kamada juga ikut menentukan gol penutup dengan memberikan assist untuk Jorgen Strand Larsen pada menit ke-84.

Peran Kamada membuat Palace tampak jauh lebih efektif dibanding lawannya. Mereka tidak hanya mengandalkan serangan cepat, tetapi juga mampu menahan ritme saat Shakhtar berusaha mengejar.

Modal besar untuk leg kedua

Kemenangan 3-1 membuat Palace berada dalam posisi yang sangat menguntungkan jelang pertandingan berikutnya. Dengan selisih dua gol, mereka cukup bermain imbang di Selhurst Park, London, pada Jumat (8/5) dini hari WIB untuk memastikan tempat di final.

Laga penentuan itu akan menentukan siapa yang berhak tampil di partai puncak di Leipzig. Bagi Shakhtar, satu gol tandang yang mereka dapatkan masih menjaga peluang, meski pekerjaan mereka kini jauh lebih berat saat harus bertandang ke London.

Baca Juga

Back to top button