Janice Tjen akan langsung menghadapi ujian berat saat menjalani debut di Madrid Open. Petenis Indonesia itu masuk ke nomor tunggal dan ganda, sehingga agenda pertandingannya di La Caja Magica sudah padat sejak awal.
Di sektor ganda, Janice akan berduet dengan Aldila Sutjiadi dan langsung bertemu pasangan yang tak mudah, Marta Kostyuk dan Clara Tauson. Laga ini memberi tantangan awal bagi duet Indonesia karena lawan yang dihadapi datang dari kombinasi Ukraina dan Denmark yang sama-sama punya kualitas.
Skenario lawan di tunggal sempat berubah
Di nomor tunggal, Janice awalnya dijadwalkan berhadapan dengan unggulan ke-33 asal Yunani, Maria Sakkari. Namun, situasi berubah setelah Ekaterina Alexandrova mundur karena cedera, sehingga lawannya kini adalah petenis Rusia Alina Charaeva yang menempati peringkat 129 WTA.
Perubahan lawan itu tetap tidak mengurangi bobot pertandingan. Bagi Janice, duel tersebut tetap menjadi pintu masuk penting dalam turnamen tanah liat bergengsi yang ia jalani musim ini.
Debut yang sempat tertunda
Kehadiran Janice di Madrid juga menarik perhatian karena debut tanah liatnya sempat bergeser dari rencana awal. Ia sebenarnya hendak membuka musim tanah liat lebih cepat di Rouen Open, tetapi akhirnya memilih mundur dari ajang WTA 250 itu setelah cedera usai membela Indonesia di Piala Billie Jean King di India.
Kondisi itu membuat tampil di Madrid menjadi semacam momen pemulihan ritme pertandingan. Turnamen ini menjadi kesempatan untuk kembali menghidupkan tempo permainan setelah beberapa hasil terakhir belum stabil.
Modal dari tim nasional
Meski sempat terganggu cedera, Janice tetap datang dengan bekal yang relevan dari ajang tim nasional. Di Piala Billie Jean King Grup I Asia Oceania di New Delhi, ia tampil baik dan ikut membantu Merah Putih melaju ke play-off qualifier pada April 2026.
Penampilan itu menunjukkan bahwa Janice masih punya daya saing saat berada dalam tekanan. Modal tersebut juga penting ketika ia kembali turun bersama Aldila Sutjiadi, sosok yang dikenal sebagai salah satu pemain ganda paling berpengalaman dari Indonesia.
Perhatian besar di sektor ganda
Duet Janice dan Aldila menjadi salah satu fokus utama publik tenis nasional. Janice membawa energi dan pengalaman yang terus bertambah di level elite, sementara Aldila menyumbang jam terbang tinggi di nomor ganda.
Kombinasi itu langsung diuji oleh Kostyuk dan Tauson. Madrid Open pun menjadi panggung awal untuk melihat sejauh mana pasangan Indonesia ini bisa bertahan menghadapi tekanan sejak set pertama.
Rangkaian hasil yang belum konsisten
Dalam empat turnamen terakhir, performa Janice memang belum sepenuhnya stabil. Ia sempat tampil menjanjikan di Abu Dhabi Open, Qatar Open, dan Dubai Championship, bahkan sempat menembus 40 besar dunia.
Namun, tren itu belum berlanjut saat memasuki rangkaian persiapan menuju “Sunshine Double”. Di WTA 500 Merida Open di Meksiko, langkahnya terhenti pada babak pertama, lalu ia juga tersingkir pada babak awal WTA 1000 Indian Wells dan Miami Open, sebelum belum mampu meraih kemenangan di WTA 500 Charleston Open.
Situasi tersebut membuat Madrid Open punya arti lebih besar. Selain menjadi debut Janice di turnamen tanah liat elite, ajang ini juga menjadi ukuran awal untuk melihat kesiapan dirinya kembali bersaing di level WTA 1000, baik di nomor tunggal maupun ganda.
Source: bola.bisnis.com




