Maia Pasang Alarm Di Laga Pamungkas, Arema Andalkan Pertahanan Untuk Taklukkan PSIM

Arema FC menatap laga pamungkas melawan PSIM Yogyakarta dengan bekal dua kemenangan beruntun, tetapi perhatian utama tim justru tertuju pada cara menjaga gawang tetap aman. Di laga terakhir pekan ke-34 Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat sore, benteng pertahanan dipandang sebagai penentu untuk mengamankan hasil terbaik.

Walisson Maia menegaskan bahwa pertandingan ini tidak boleh dipandang ringan. Bek asal Brasil itu melihat PSIM punya kualitas pemain yang patut diwaspadai, sehingga Arema membutuhkan konsentrasi tinggi sejak awal sampai akhir.

Pertahanan jadi fondasi

Maia menilai disiplin di lini belakang akan sangat menentukan jalannya pertandingan. Dari posisinya sebagai bek, ia percaya pertahanan yang rapat bisa memberi keuntungan besar bagi tim secara keseluruhan.

Menurutnya, jika Arema mampu menjaga gawang tetap bersih, maka para pemain depan akan mendapat ruang lebih besar untuk mencetak gol. Dengan begitu, peluang untuk mengakhiri laga dengan kemenangan akan terbuka lebih lebar.

Pendekatan itu menunjukkan bahwa Arema tidak hanya bertumpu pada daya gedor. Tim juga perlu menjaga keseimbangan agar bisa mengontrol ritme permainan dan meredam ancaman lawan.

PSIM sudah dipelajari

Di balik kesiapan menghadapi laga penutup musim, Arema juga tidak datang tanpa bekal analisis. Tim pelatih sudah mempelajari PSIM secara mendalam agar para pemain lebih siap saat turun ke lapangan.

Maia mengakui laga ini tetap akan berjalan sulit karena lawan memiliki kualitas individu yang bagus. Situasi itu membuat Arema dituntut tampil rapi sejak menit awal, terutama dalam menjaga organisasi pertahanan.

Kewaspadaan menjadi penting karena laga terakhir biasanya berjalan dalam tekanan tinggi. Dalam kondisi seperti itu, kesalahan kecil di belakang bisa langsung mengubah arah pertandingan.

Arti lebih besar dari tiga poin

Bagi Maia, kemenangan atas PSIM bukan semata soal tambahan angka. Hasil positif pada laga ini akan menjadi penutup penting bagi seluruh tim setelah melewati musim yang panjang dan menuntut konsistensi.

Arema datang dengan modal percaya diri dari dua kemenangan sebelumnya. Namun, modal itu tetap harus diimbangi dengan fokus penuh agar tidak hilang begitu saja di laga terakhir.

Maia menekankan bahwa laga penutup musim membutuhkan keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Tim harus tetap disiplin saat tidak menguasai bola, lalu memanfaatkan peluang sekecil apa pun ketika menyerang.

Kesan enam bulan bersama Arema

Selama sekitar enam bulan membela Arema FC, Maia mengaku merasakan besarnya nama klub ini. Ia menyebut pengalamannya di Indonesia sebagai sesuatu yang mengejutkan karena skala tim dan perhatian yang mengitarinya sangat besar.

Ia juga menilai Arema adalah tim besar dengan reputasi yang tidak kecil. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa ekspektasi terhadap klub selalu tinggi, apalagi di laga-laga penting seperti penutup musim.

Karena itu, duel melawan PSIM ikut berkaitan dengan upaya menjaga nama besar tim. Arema dituntut tampil rapi, fokus, dan tidak memberi ruang berlebih kepada lawan sampai pertandingan benar-benar selesai.

Jika benteng belakang bisa berdiri kokoh, Arema punya peluang lebih besar untuk menutup musim dengan hasil positif. Di pertandingan yang sarat tekanan ini, kerja pertahanan bisa menjadi pembeda utama bagi tim tuan rumah.

Source: www.medcom.id

Baca Juga

Back to top button