Malam Lengkap Ohtani Di Petco Park, Homer Pembuka Dan ERA Makin Tajam Ke 0,73

Shohei Ohtani kembali memberi alasan kuat mengapa perannya di Los Angeles Dodgers terasa begitu istimewa. Dalam satu pertandingan di Petco Park, ia langsung memukul homer lalu menutup malam sebagai pitcher dengan lima inning yang cukup untuk membawa Dodgers menang 4-0 atas San Diego Padres.

Hasil itu bukan hanya soal kemenangan. Penampilan tersebut membuat ERA Ohtani turun menjadi 0,73, angka yang kini menjadi yang terendah di antara pitcher Major League Baseball dengan sedikitnya 25 inning kerja.

Malam itu juga jadi momen spesial karena Ohtani kembali menjalani tugas ganda sebagai pitcher dan hitter dalam satu laga, sesuatu yang baru ia lakukan lagi untuk pertama kalinya dalam empat minggu. Ia membuka pertandingan dengan cepat saat melepaskan fastball tinggi dari Randy Vásquez sejauh 398 kaki ke tengah lapangan untuk homer kedelapan musim ini.

Homer itu menambah catatan unik dalam kariernya. Itu menjadi home run pembuka pertandingan ke-27 milik Ohtani, dan ia kini berdiri sebagai satu-satunya pemain dalam sejarah MLB yang mencetak homer pembuka saat menjadi pitcher, dengan torehan itu sudah ia lakukan dua kali.

Di mound, Ohtani memang tidak tampil terlalu mulus, tetapi efektivitasnya tetap terjaga. Ia hanya membiarkan tiga hit dalam lima inning dan mampu menjaga Padres tetap tanpa skor meski ritmenya tidak sepenuhnya nyaman.

Ada bagian pertandingan yang menunjukkan betapa besar kontrol yang masih ia miliki. Ohtani sempat menuntaskan sembilan pemukul pertama yang dihadapinya, meski ia membutuhkan 52 lemparan untuk mencapai titik itu.

Start ini juga tercatat sebagai yang terpendek baginya musim ini. Sebelumnya, ia belum pernah turun di bawah enam inning dalam musim ini, sehingga lima inning melawan Padres menjadi batas terendah sejauh ini.

Manajer Dodgers Dave Roberts menjelaskan bahwa tim memang sengaja menjaga beban kerja Ohtani. Keputusan itu juga dipengaruhi oleh fakta bahwa Ohtani kembali masuk lineup sebagai pemukul di pertandingan yang sama.

Ohtani sendiri mengakui ada rasa tidak pasti saat datang ke laga tersebut karena feel di mound tidak terlalu bagus. Meski begitu, ia tetap puas karena masih bisa membantu tim lewat dua sisi permainan dalam laga penting itu.

Roberts juga menilai Ohtani sangat memperhatikan komentar tentang dirinya dan kerap menjadikannya motivasi. Ia menyebut malam itu Ohtani memperlihatkan kontribusi di dua sisi, apalagi setelah sempat kesulitan saat pitching dan batting dalam periode sebelumnya.

Sebelum laga ini, Ohtani memang belum menghasilkan banyak angka ofensif ketika juga tampil sebagai pitcher. Roberts bahkan mencadangkan pukulannya pada tiga start mound terakhir, walau Ohtani mulai membaik di plate dengan 13 hit dalam tujuh pertandingan terakhir.

Dominasi Ohtani di atas mound sepanjang musim ini juga terlihat dari angka keseluruhan yang ia catat. Ia baru membiarkan empat earned run dalam 49 inning dan menjaga lawan tanpa run dalam lima dari delapan start-nya.

Ketegangan terbesar datang pada inning kelima saat Padres mengisi bases dengan satu out lewat dua single dan satu walk. Ohtani lalu menutup tugasnya dengan memaksa Fernando Tatis Jr. memukul ground ball untuk double play pada lemparan terakhirnya.

Reaksi Ohtani setelah momen itu terlihat jelas, karena ia meraung dengan emosi yang jarang terlihat saat dirinya berada di kotak batter. Bagi Dodgers, malam itu jadi gambaran lengkap tentang nilai Ohtani yang bisa mengubah pertandingan sejak lemparan pertama hingga out terakhir.

Exit mobile version