Banyak pria memilih peci bukan hanya karena alasan ibadah, tetapi juga karena tampilannya yang rapi dan mudah masuk ke berbagai suasana. Dari model yang paling sederhana sampai yang terlihat unik, peci kini punya banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya masing-masing.
Di antara pilihan itu, ada model yang lebih formal, ada yang terasa santai, dan ada pula yang kuat menonjolkan unsur budaya. Karena itu, peci tidak lagi terbatas pada satu fungsi saja, melainkan juga dipakai sebagai pelengkap busana muslim, penanda identitas budaya, dan aksesori harian.
Model yang paling sering ditemui
Peci hitam polos masih jadi model yang paling umum ditemui. Bentuknya sederhana, mudah dipadukan dengan berbagai pakaian muslim, dan memberi kesan formal.
Di Indonesia, model ini juga dikenal sebagai peci hitam nasional atau peci songkok. Karena bentuknya kaku dan tampil rapi, peci ini sering dipilih untuk ibadah maupun acara yang membutuhkan tampilan lebih tertata.
Selain itu, ada peci putih yang cukup populer dalam konteks ibadah haji. Model ini sering disebut peci haji karena cocok dipadukan dengan pakaian ihram yang serba putih.
Pilihan yang membawa motif dan tekstur
Kalau ingin tampilan yang tidak terlalu polos, peci motif bordir bisa jadi opsi. Hiasan benang bordir membuat tampilannya lebih hidup dan menarik saat dikenakan.
Ada juga peci batik yang memadukan nuansa religius dengan corak khas Indonesia. Model ini terasa unik karena membawa identitas budaya tanpa menghilangkan kesan yang tetap relevan untuk kegiatan keagamaan.
Sementara itu, peci rajut menawarkan karakter berbeda lewat benang-benang rajut yang membentuk seluruh bagian peci. Model ini disebut lebih fleksibel dan ringan dibanding peci nasional yang cenderung lebih kaku.
Model yang terasa lebih modern dan santai
Di luar model yang identik dengan busana formal, ada beanie hat atau kupluk yang juga bisa digunakan sebagai peci. Model ini memberi tampilan santai dan sekaligus membantu melindungi kepala dari udara dingin.
Miki hat menjadi pilihan lain yang cukup dikenal sebagai model modern. Bentuknya sekilas mirip snapback, tetapi tanpa lidah, sehingga tampil lebih sederhana.
Peci cap punya kemiripan dengan miki hat, tetapi ukurannya bisa diatur agar sesuai dengan kepala. Karakter itu membuatnya terasa seperti memakai topi biasa dan lebih praktis untuk sebagian pengguna.
Dua model dari luar negeri yang ikut populer
Ada juga pakol yang berasal dari Afganistan dan Pakistan, tetapi model ini sering dipakai umat muslim di Indonesia. Ciri khasnya membuat pakol tampak berbeda dari peci yang lebih umum ditemui sehari-hari.
Model lain yang cukup mencuri perhatian adalah tubeteika dari Uzbekistan. Bentuknya agak meruncing di bagian atas, sehingga siluetnya terlihat unik di antara model peci lain yang cenderung sederhana.
Keberadaan berbagai model itu menunjukkan bahwa peci berkembang jauh melampaui fungsi dasarnya. Banyak pria memakainya untuk ibadah, acara formal, fashion muslim, sampai aktivitas harian agar penampilan tetap rapi dan elegan.
Yang paling penting saat memilih
Di tengah banyaknya pilihan, kenyamanan tetap menjadi pertimbangan utama. Ukuran yang pas, bahan yang adem, dan desain yang sesuai kebutuhan akan membuat peci lebih nyaman dipakai dalam waktu lama.
Karena itu, tiap model punya ruang pakai yang berbeda. Ada yang cocok untuk tampilan formal, ada yang pas untuk gaya modern, dan ada pula yang menonjol karena keunikan budaya asalnya.
Source: www.idntimes.com




