Pelajar Jatim Didorong Berani Ambil Peran, Arumi Bachsin Tekankan Gagal Bukan Akhir

Di tengah suasana yang ramai oleh pelajar, mahasiswa, dan tokoh pendidikan, EJSLS 2026 di Telkom University Surabaya menempatkan satu pesan yang terasa menonjol: calon pemimpin tidak harus menunggu benar-benar siap untuk mulai melangkah. Pesan itu mengalir kuat lewat kehadiran Arumi Bachsin dalam talkshow inspiratif bertajuk “Ready for What’s Next: From Youth to Future Leader”.

Dalam sesi tersebut, Arumi mengajak pelajar untuk tidak terlalu dibebani rasa cemas soal masa depan. Ia menekankan bahwa yang paling penting adalah menjalani setiap fase kehidupan dengan sebaik mungkin agar langkah ke depan tetap kuat dan terarah.

Ia juga memberi sorotan khusus pada kegagalan yang sering dianggap menakutkan. Menurut Arumi, pelajar tidak perlu takut gagal karena kegagalan bisa menjadi kesuksesan yang tertunda sekaligus ruang untuk memperbesar keberanian dalam melangkah.

Pesan itu terasa sejalan dengan semangat East Java Student Leader Summit 2026 atau EJSLS 2026 yang memang dirancang untuk mempersiapkan pelajar Jawa Timur menjadi pemimpin masa depan. Acara ini mempertemukan ratusan pelajar dari berbagai SMA, SMK, dan MA sederajat untuk memperkuat karakter, membangun kepercayaan diri, memperluas jejaring, dan menumbuhkan semangat kepemimpinan.

Bekal yang ditekankan untuk generasi muda

Tema besar EJSLS 2026 tidak hanya bicara soal kesiapan akademik. Acara ini juga menekankan pentingnya kreativitas, inovasi, kemampuan beradaptasi, dan keberanian mengambil peran di tengah perubahan yang terus terjadi.

Arumi sendiri menilai kemampuan beradaptasi bukan cuma penting untuk anak muda, tetapi juga untuk semua kalangan usia. Pandangan itu menjadi pengingat bahwa perubahan tidak bisa dihindari, sehingga yang perlu dibangun adalah kesiapan untuk menyesuaikan diri.

Dari pihak kampus, Direktur Telkom University Surabaya, Dr. Mohammad Yanuar Hariyawan, S.T., M.T., menyebut EJSLS sebagai bagian dari komitmen kampus untuk menghadirkan ruang pengembangan diri bagi generasi muda. Ia menegaskan lima bekal penting yang perlu dibangun, yaitu karakter, rasa percaya diri, berpikir kritis, inovasi, dan kolaborasi.

Dukungan dari tokoh pendidikan Jawa Timur

Acara ini juga mendapat perhatian dari sejumlah tokoh pendidikan di Jawa Timur. Hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sidoarjo dan Surabaya, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Wakil Kepala Bidang MA Jawa Timur, Kepala bidang MA Kemenag RI Dr. Najib Kusnanto, S.Ag., M.Si., serta Direktur Admisi Telkom University, Dr. Agus Achmad Suhendra.

Kehadiran para tokoh itu memperlihatkan dukungan terhadap upaya menyiapkan pelajar Jawa Timur sebagai calon pemimpin masa depan. Dalam sambutannya, Dr. Kiswanto menilai kegiatan seperti EJSLS merupakan langkah nyata untuk memberi bekal terbaik bagi anak didik menuju Indonesia Emas 2045.

Suasana acara yang dekat dengan dunia anak muda

Selain talkshow inspiratif, EJSLS 2026 juga menghadirkan Coldiac sebagai guest star utama. Kehadiran mereka membuat suasana acara lebih energik dan terasa dekat dengan dunia anak muda, sementara doorprize yang disiapkan ikut menambah antusiasme peserta.

Di saat yang sama, penyelenggaraan EJSLS 2026 berbarengan dengan Market Day Telkom University Surabaya. Kegiatan ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan kemampuan berwirausaha secara langsung.

Market Day tahun ini menghadirkan 11 booth pameran program studi, 3 booth Center of Excellence, dan 65 booth mahasiswa dari berbagai kategori usaha. Di dalamnya ada 14 booth nonkuliner seperti souvenir, lilin aromaterapi, jasa servis motor, dan jasa fotografi, serta 51 booth kuliner yang menempati halaman utama kampus.

Kehadiran Market Day memberi pengalaman tambahan bagi peserta EJSLS 2026 karena mereka bisa melihat langsung bagaimana mahasiswa mengembangkan ide, mengelola produk, memasarkan usaha, dan berinteraksi dengan konsumen. Dari rangkaian itu, pesan yang menguat ke pelajar Jawa Timur cukup jelas: kesiapan memimpin tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi juga lewat praktik, pengalaman, dan kolaborasi.

Source: duta.co

Baca Juga

Back to top button