Pendapatan Meleset, Bullish Tetap Terseret Rugi $605 Juta Akibat Aset Kripto Susut

Bullish masih mencoba menunjukkan bahwa bisnisnya tetap bergerak, meski pasar justru lebih dulu menyoroti angka rugi yang makin besar. Di tengah tekanan itu, perusahaan kripto ini juga menekankan aktivitas perdagangan opsi yang mencapai $11.6 billion dan posisinya sebagai bursa Bitcoin options terbesar kedua setelah Deribit.

Namun, sentimen investor tetap berat karena laporan kuartal pertama memperlihatkan pendapatan yang tidak memenuhi ekspektasi. Bullish membukukan adjusted revenue sebesar $92.8 million untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar $94.1 million.

Bagian yang paling lemah datang dari pendapatan subscription dan services. Nilainya hanya $54.8 million, di bawah proyeksi $57.6 million, sehingga ikut menekan keyakinan pasar terhadap laju bisnis perusahaan.

Tekanan laba makin terasa karena Bullish mencatat rugi bersih $604.9 million, naik dari $348.6 million setahun sebelumnya. Angka itu juga lebih buruk dibanding rugi $563.6 million pada kuartal sebelumnya.

Perusahaan menyebut ada unrealized losses sebesar $559 million dari kepemilikan kriptonya. Dengan sekitar $2.3 billion aset digital di neraca, perubahan harga pasar aset kripto langsung memberi dampak besar pada hasil keuangan Bullish.

Reaksi pasar tidak lama datang. Saham perusahaan kripto itu sempat turun 8.8% pada awal perdagangan ketika investor merespons tekanan dari portofolio aset digital yang ikut tergerus nilai pasarnya.

Musim konferensi ikut memberi warna

Selain kondisi pasar kripto yang melemah, bisnis Bullish juga ikut dipengaruhi faktor musiman. Citi menilai lemahnya pendapatan subscription dan services kemungkinan terkait pola musiman, sementara Compass Point melihat hal serupa dan mengaitkannya dengan musim konferensi kripto.

Bullish mengatakan konferensi pada kuartal pertama dan kedua menarik lebih dari 26,000 peserta. CoinDesk, yang diakuisisi Bullish pada 2023, juga baru-baru ini menjadi tuan rumah konferensi andalannya, Consensus, di Miami.

Ekspansi tetap jalan di tengah rugi

Meski laporan keuangan membebani sentimen, CEO Tom Farley tetap menyatakan dirinya “pleased” dengan hasil kuartal pertama perusahaan yang berbasis di Cayman Islands itu. Perusahaan juga masih mendorong strategi tokenization lewat rencana akuisisi Equiniti senilai $4.2 billion.

Bullish tidak menutup peluang memperluas pasar untuk segmen opsi Bitcoin di Amerika Serikat. Perusahaan asal luar AS itu menyatakan telah mengajukan lisensi yang diperlukan ke CFTC.

Di bursa, saham Bullish masih bergerak jauh di bawah level debutnya. Setelah melantai pada Agustus, sahamnya sempat ditutup di $69.54 saat minat terhadap perusahaan terkait kripto masih tinggi.

Pada perdagangan terbaru, saham Bullish berada di $41.32 dan turun lebih dari 1% pada hari itu. Pergerakan ini menunjukkan investor masih berhati-hati melihat kombinasi rugi besar, pendapatan yang meleset, dan nilai aset kripto yang belum stabil.

Exit mobile version