Pendingin Aktif dan Trigger Kilat Nubia Neo 5 Series Masuk Indonesia, Mulai Rp 5,6 Jutaan

Buat artikel berita bergaya Google Discover dalam Bahasa Indonesia berdasarkan topik utama: Nubia Neo 5 Series Masuk Indonesia, Kipas Internal dan Trigger Super Cepat Jadi Andalan. Gunakan bahan referensi hanya sebagai kumpulan fakta, data, konteks, dan detail pendukung. Jangan gunakan bahan referensi sebagai contoh urutan paragraf, contoh alur artikel, atau contoh gaya penulisan. Panjang artikel sekitar 600 kata dan boleh lebih panjang selama tetap relevan, detail, kontekstual, dan semua informasinya didukung oleh bahan referensi.

Sebelum menulis artikel, lakukan proses ini secara internal tanpa ditampilkan:

1. Pecah bahan referensi menjadi daftar fakta terpisah.
2. Abaikan urutan paragraf asli setelah fakta berhasil diambil.
3. Kelompokkan fakta berdasarkan fungsi editorial, bukan berdasarkan urutan kemunculan di sumber.
4. Pilih angle utama yang paling kuat untuk pembaca Google Discover.
5. Bangun artikel dari angle dan kelompok fakta tersebut.

Ikuti panduan berikut saat membuat artikel:

1. Jangan membuat judul utama artikel. Langsung buat konten utama artikel tanpa judul.
2. Gunakan penulisan dengan gaya jurnalistik yang objektif, faktual, jelas, akurat, dan berimbang.
3. Gunakan kalimat aktif yang pendek. Buat setiap paragraf hanya berisi dua kalimat agar nyaman dibaca di layar mobile.
4. Awali artikel dengan dua paragraf pembuka yang langsung menunjukkan angle paling menarik, inti kabar, konteks penting, atau alasan kenapa pembaca perlu mengetahui kabar ini.
5. Jangan menulis artikel dengan urutan paragraf atau urutan blok pembahasan yang mengikuti bahan referensi. Jangan mengubah satu paragraf sumber menjadi satu paragraf baru. Jangan membuat paragraf pertama dari fakta pertama sumber, paragraf kedua dari fakta kedua sumber, dan seterusnya.
6. Gunakan struktur artikel baru dengan urutan editorial seperti ini: angle paling menarik lebih dulu, lalu konteks penting, lalu detail utama, lalu informasi pendukung.
7. Anda boleh memindahkan detail pendukung, konteks latar belakang, atau poin sekunder ke bagian awal, tengah, atau akhir artikel, serta menggabungkan beberapa poin yang semula terpisah selama hubungan antar fakta tetap jelas.
8. Hasil akhir harus terasa seperti artikel baru yang disusun dari kumpulan fakta yang sama, bukan seperti rewrite atau paraphrase paragraf demi paragraf dengan urutan yang sama.
9. Gunakan bahan referensi sebagai sumber utama. Jangan menambahkan fakta, data, harga, tanggal, jadwal, fitur, klaim, perbandingan, atau kesimpulan yang tidak didukung oleh bahan referensi.
10. Gunakan data, spesifikasi, harga, benchmark, jadwal, kutipan singkat, atau detail penting lainnya hanya jika tersedia di bahan referensi. Jangan membuat kutipan langsung jika bahan referensi tidak memuat kutipan langsung.
11. Jangan menyebut frasa seperti “artikel referensi”, “bahan referensi”, “sumber referensi”, “artikel sumber”, “teks referensi”, “dalam referensi”, “laporan dari artikel”, atau frasa sejenis di dalam artikel.
12. Jika bahan referensi menyebut nama pihak, perusahaan, lembaga, analis, pembocor informasi, benchmark, dokumen, atau nama media sumber tertentu, gunakan atribusi langsung kepada pihak tersebut secara natural. Jika tidak ada nama sumber yang jelas, tulis informasi secara natural tanpa menyebut proses referensi.
13. Jika topik masih berupa rumor, bocoran, benchmark, atau prediksi, jelaskan dengan bahasa hati-hati. Namun, jangan terlalu sering mengulang frasa seperti “jika benar”, “kemungkinan”, “diduga”, atau “bisa jadi” di setiap paragraf.
14. Jangan menambahkan tahun, tanggal, atau detail waktu lain yang tidak tertulis jelas di bahan referensi. Jika sumber hanya menyebut bulan, jadwal, atau periode umum tanpa tahun, pertahankan bentuk tersebut.
15. Jangan menggunakan kata ganti orang pertama seperti “saya”, “kami”, “penulis”, atau narasi pengalaman pribadi. Gunakan sudut pandang orang ketiga atau gaya impersonal.
16. Jangan melakukan konversi harga atau mata uang. Cantumkan harga asli sesuai bahan referensi.
17. Bila relevan, gunakan subheading dalam format huruf tebal untuk membagi isi artikel menjadi beberapa bagian yang rapi. Gunakan tabel sederhana hanya jika membantu menjelaskan spesifikasi produk, harga, varian, daftar fitur, atau perbandingan penting.
18. Jangan membuat bagian “Kesimpulan” di akhir artikel. Akhiri artikel dengan paragraf informatif yang tetap fokus pada topik utama, bukan rangkuman penutup yang generik.
19. Sebelum menampilkan artikel, lakukan pemeriksaan internal. Jika urutan paragraf artikel masih mirip dengan urutan bahan referensi, susun ulang kembali artikel sebelum output final. Jika artikel masih terlihat seperti rewrite paragraf demi paragraf, susun ulang kembali berdasarkan angle dan fungsi editorial.
20. Tampilkan hanya artikel final tanpa catatan, tanpa penjelasan, tanpa judul, dan tanpa komentar tambahan.

Gunakan bahan referensi berikut sebagai sumber data dan informasi utama:

[matched_content] [rule_2]

ATURAN WAJIB:
– Topik dan fakta utama harus tetap sama dengan artikel hub.
– Lead harus berbeda jelas dari artikel hub.
– Urutan penyampaian fakta dan susunan kalimat harus berbeda jelas dari artikel hub.
– Jangan meniru paragraf hub secara dekat.
– Jangan tulis penjelasan sebelum atau sesudah artikel.
– Seluruh konten final wajib full Bahasa Indonesia dan tidak boleh campur English.
– Catatan receiver: Use an informal tone. Use an informative writing style. Avoid paragraph-by-paragraph rewriting in the same order. Present the same facts with a noticeably different flow by moving some supporting details earlier and delaying some context until the middle section.

INSTRUKSI TAMBAHAN FORGE:
Create a receiver article that is clearly different from the hub article. Do not rewrite the article paragraph by paragraph in the same sequence. Rebuild the article with a different lead strategy and a different order of discussion blocks, so the structure does not mirror the hub version from beginning to end. You may move supporting details earlier or later, combine points that were originally separated, or delay some background/context until the middle or later sections, as long as the article remains logical, accurate, and easy to follow. Keep the same facts, data, and overall context from the same source material, but present them in a clearly different structural order. The result must read like a freshly structured article, not like a paragraph-by-paragraph paraphrase of the hub version.

Source: www.gadgetdiva.id

Baca Juga

Back to top button