Harga Fujifilm X Half mungkin jadi salah satu alasan paling sering diperdebatkan, tetapi kamera ini justru baru saja mendapat pengakuan penting dari Camera Grand Prix 2026. Perangkat kompak bernuansa film itu meraih Editor’s Choice R&D Award, sebuah penegasan bahwa konsepnya dianggap kuat meski tidak membuat semua orang langsung sepakat.
Kamera ini memang hadir dengan pendekatan yang tidak biasa di kelas compact digital. Fujifilm merancang X Half agar terasa seperti kamera film half-frame, lengkap dengan bodi kecil dan ringan berbobot 240 gram, sehingga mudah dibawa untuk penggunaan harian.
Pengalaman yang sengaja dibuat berbeda
Daya tarik X Half tidak hanya datang dari bentuknya. Kamera ini membawa elemen yang jarang ditemui pada compact modern, mulai dari efek filter seperti Expired Film, Mirror, dan Light Leak, sampai mode Film Camera yang menghilangkan tampilan live view dan playback gambar.
Di mode itu, pengguna harus memutar tuas film untuk melanjutkan ke bidikan berikutnya. Cara kerja seperti ini membuat ritme memotret terasa lebih dekat ke kamera film, dan justru di sinilah karakter X Half paling menonjol sekaligus paling memecah pendapat.
Bagi sebagian orang, pendekatan seperti ini terasa segar karena memberi pengalaman yang menyenangkan dan berbeda dari compact digital biasa. Namun bagi yang lain, kesan nostalgianya dinilai terlalu dominan sampai dianggap mengorbankan sisi praktis yang seharusnya hadir di kamera digital modern.
Mengapa kamera ini terus jadi bahan debat
Sejak diumumkan pada Mei 2025, X Half langsung menarik perhatian penggemar kamera dan fotografer. Konsep half-frame dan fitur dua-dalam-satu diptych ikut memperkuat kesan bahwa Fujifilm memang sengaja menonjolkan kreativitas dan nuansa klasik, bukan sekadar spesifikasi teknis.
Masalahnya, pendekatan itu juga memunculkan kritik keras. Kamera ini bahkan sempat masuk daftar “worst cameras of 2025” versi DCW, dengan Adam Waring menyebutnya membawa semua ketidaknyamanan film ke era digital sambil tetap mematok harga tinggi.
Penilaian lain yang muncul adalah bahwa X Half lebih kuat di sisi kreativitas daripada kemampuan teknis. Karena itu, beberapa pengulas menilai harga yang dipasang terasa mahal untuk kamera dengan spesifikasi yang relatif sederhana.
Harga ikut memperbesar sorotan
Perdebatan soal banderol membuat posisi X Half di pasar ikut disorot. Fujifilm sempat menurunkan harga kamera ini dari $849 menjadi $649 di Amerika Serikat, lalu dari £649 menjadi £549 di Inggris.
Ada juga langkah promosi yang membuat orang makin bertanya-tanya soal permintaan pasar. Di peritel AS Adorama, X Half pernah dibundel gratis saat pembelian Fujifilm X-T5 dengan kit XF 16-80mm f/4.0 R OIS WR.
Meski begitu, minat terhadap X Half tidak hilang begitu saja. Kamera ini tetap punya tempat karena berhasil memperkenalkan gaya fotografi bernuansa film kepada pengguna baru, sambil tetap menawarkan format yang ringkas untuk pemakaian sehari-hari.
Penghargaan yang memperkuat posisinya
Pengakuan dari Camera Grand Prix 2026 menempatkan X Half dalam posisi yang menarik. Para editor memilihnya dari produk yang dirilis di pasar Jepang antara 1 April 2025 dan 31 Maret 2026, dan mereka melihat kamera ini sebagai konsep baru di kelas compact digital.
Di mata juri, keunggulan X Half terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman kamera film half-frame dalam bentuk digital yang sederhana dan mudah diakses. Itulah alasan kamera ini tetap relevan meski kritik soal harga dan kompromi spesifikasi masih terus terdengar.
Pada akhirnya, X Half tampak akan terus hidup di dua sisi yang berlawanan. Satu sisi memujinya sebagai ide berani yang menyenangkan, sementara sisi lain tetap mempertanyakan apakah nostalgia seperti ini layak dibayar semahal itu.





