Rencana mobil nasional kembali bergerak ke tahap yang lebih konkret setelah pemerintah menyebut Pindad sebagai pihak yang disiapkan untuk menggarapnya. Arah proyek ini datang dari arahan Presiden Prabowo Subianto, sementara kemungkinan outputnya tidak berhenti pada satu jenis kendaraan saja.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, “Mobil nasional sedang disiapkan oleh Pindad,” saat ditemui di PIK, Jakarta. Pernyataan itu membuat pembahasan mobil nasional tidak lagi sekadar wacana, melainkan sudah masuk ke pembahasan yang menyentuh pelaksanaan.
Pindad dapat mandat yang lebih luas
Selama ini Pindad lebih dikenal lewat kiprahnya di sektor pertahanan. Kini, perusahaan pelat merah itu mendapat tugas baru untuk masuk ke pengembangan mobil nasional, termasuk kemungkinan ke arah kendaraan penumpang dan kendaraan listrik.
Mandat tersebut menunjukkan bahwa pemerintah ingin mendorong peran Pindad lebih jauh dari bisnis intinya selama ini. Arah ini juga memperlihatkan keinginan untuk membangun ekosistem otomotif nasional dengan basis industri dalam negeri yang lebih kuat.
Sedan listrik masuk radar produksi
Dalam penjelasannya, Airlangga memberi sinyal bahwa mobil nasional yang disiapkan tidak akan dibatasi pada satu model. Konsep yang dipakai bersifat multi-product, sehingga produksi bisa mencakup lebih dari satu jenis kendaraan.
Salah satu yang disebut adalah sedan listrik. Sinyal ini penting karena menunjukkan proyek mobil nasional diarahkan tidak hanya untuk kendaraan konvensional, tetapi juga masuk ke segmen elektrifikasi yang sedang didorong pemerintah.
Target 2028 untuk sedan listrik
Arah itu sejalan dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menyinggung target produksi besar-besaran sedan listrik dalam tiga tahun mendatang atau pada 2028. Dalam pernyataannya di Magelang, Prabowo menyoroti bahwa Indonesia sudah mampu memproduksi bus dan truk listrik.
Prabowo mengatakan, “Jadi hari ini saya sangat gembira, saya sangat bangga, kita sekarang di Indonesia punya kemampuan untuk produksi bus dan truk dari listrik.” Ia kemudian menambahkan harapan agar sedan listrik bisa diproduksi secara besar-besaran pada 2028.
Pernyataan itu memberi gambaran bahwa pemerintah melihat lompatan dari kendaraan niaga listrik menuju mobil penumpang listrik sebagai tahapan yang masuk akal. Di titik ini, proyek mobil nasional tampak diarahkan menjadi bagian dari perkembangan industri kendaraan listrik yang lebih luas.
Lokasi pabrik masih dibahas
Meski arahnya sudah mulai terlihat, lokasi pasti pabrik mobil nasional belum ditetapkan. Airlangga menyebut kemungkinan industri mobil nasional akan berada di Karawang, Jawa Barat, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri otomotif.
Namun, ada pula informasi lain dari Pindad yang sempat menyebut Subang, Jawa Barat, sebagai lokasi pabrik mobil nasional. Perbedaan penyebutan itu menunjukkan proyek ini masih berada pada tahap awal dan belum mengerucut ke keputusan final.
Pembahasan lokasi kemungkinan masih akan mempertimbangkan kesiapan lahan, dukungan industri, dan kebutuhan produksi jangka panjang. Dengan begitu, penentuan tempat pabrik tidak hanya soal alamat, tetapi juga soal kemampuan menopang produksi secara bertahap.
Tahap awal, tapi arahnya sudah terbentuk
Airlangga menegaskan kapasitas produksi akan dinaikkan secara bertahap. Artinya, proyek mobil nasional ini masih memerlukan penyesuaian dari sisi fasilitas, kerja industri, dan pengembangan model yang tepat untuk pasar.
Meski begitu, penugasan kepada Pindad membuat langkah ini terlihat lebih serius dibandingkan sekadar pembahasan lama tentang mobil nasional. Fokus berikutnya tinggal memastikan lokasi pabrik, ragam produk yang akan lahir, dan bagaimana proyek ini bisa memperkuat kemandirian industri otomotif nasional berbasis listrik.
Source: www.cnnindonesia.com




