Harga MinyaKita Belum Naik, Pemerintah Masih Menunggu CPO Lebih Stabil

Pemerintah sudah memberi sinyal kuat bahwa harga eceran tertinggi atau HET MinyaKita akan naik. Namun angka resminya belum juga dibuka karena pemerintah masih menunggu harga crude palm oil atau CPO bergerak lebih stabil.

Sikap ini membuat pasar menangkap arah kebijakan yang sebenarnya sudah jelas, tetapi belum final di bagian angka. Bagi konsumen dan pelaku usaha, penundaan pengumuman tersebut menunjukkan pemerintah masih berhati-hati sebelum mengubah harga minyak goreng rakyat itu.

CPO Jadi Penentu Utama

Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa pemerintah belum mau tergesa-gesa menetapkan besaran kenaikan. Alasannya sederhana, tren harga CPO masih naik turun dan belum memberi tanda yang benar-benar tenang.

Ia menyebut harga CPO sempat berada di rata-rata Rp15.445 per kilogram, lalu turun lagi ke kisaran Rp14.000 sekian. Pergerakan seperti ini membuat pemerintah menahan keputusan akhir agar penyesuaian harga tidak dilakukan saat pasar bahan baku masih bergejolak.

TBS Juga Masuk Pantauan

Selain CPO, pemerintah juga ikut memantau harga tandan buah segar atau TBS. Budi mengatakan harga TBS sempat turun, tetapi belakangan mulai bergerak naik lagi.

Dua indikator itu penting karena sama-sama berkaitan dengan kondisi industri sawit nasional. Karena itu, pemerintah ingin memastikan perubahan HET MinyaKita tidak diambil saat pasar masih belum memberi gambaran yang konsisten.

Arah Kebijakan Sudah Disepakati

Meski angka baru belum diumumkan, rencana penyesuaian HET sebenarnya sudah disepakati. Budi menyebut penetapan bisa dilakukan dalam waktu satu hingga dua pekan ke depan bila harga CPO dinilai sudah relatif normal.

“Jadi tadi sudah disepakati seperti itu, mungkin dalam waktu satu minggu, dua minggu, segera kita lakukan penyesuaian apabila harga relatif normal, harga CPO,” kata Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.

Pernyataan itu menunjukkan pemerintah tidak sedang membatalkan kenaikan. Yang ditahan hanya waktu pengumuman dan besaran pastinya, sambil menunggu kondisi bahan baku lebih stabil.

Kenapa Penetapan Ini Diperlakukan Hati-hati

MinyaKita diposisikan sebagai minyak goreng rakyat yang harganya dijaga lewat HET. Karena itu, setiap perubahan harga perlu dihitung dengan cermat agar tidak memicu gejolak di pasar maupun di tingkat konsumen.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan baku seperti CPO juga tidak bisa diabaikan. Pemerintah memilih menyesuaikan kebijakan setelah melihat kondisi pasar lebih tenang, supaya keputusan yang diambil tidak terlalu cepat dan tetap mengikuti situasi di lapangan.

Source: www.viva.co.id

Baca Juga

Back to top button