Dugaan manipulasi bukti dalam kasus rumor Kim Soo-hyun dan mendiang Kim Sae-ron kini membuat perkara ini makin serius. Polisi menilai materi yang dipakai untuk menyebarkan tuduhan tidak otentik, bahkan ada bagian yang telah diedit agar seolah-olah menunjukkan percakapan asli.
Salah satu sorotan terbesar datang dari tangkapan layar pesan singkat yang disebarkan Kim Se-ui pada Maret 2025. Dari 11 foto yang diterima dari pihak keluarga pada 2016, penyidik menyebut sedikitnya tujuh bagian sudah diubah, termasuk nama lawan bicara yang diganti menjadi Kim Soo-hyun.
Polisi menilai perubahan itu tidak dilakukan secara kebetulan. Data yang sudah dimodifikasi disebut sengaja diunggah untuk memberi kesan bahwa isi percakapan tersebut benar-benar asli.
Masalahnya, identitas asli lawan bicara dalam obrolan itu juga disebut tidak bisa dipastikan. Karena itu, isi tangkapan layar tersebut dinilai tidak layak dijadikan dasar kuat untuk mendukung tuduhan yang beredar.
Selain soal chat, polisi juga menyoroti rekaman suara mendiang yang dirilis pihak Kim pada Mei tahun lalu. Rekaman itu disebut sebagai hasil rekayasa dengan teknologi kecerdasan buatan atau AI.
Temuan tersebut memperkuat pandangan polisi bahwa sejumlah materi yang dipakai untuk mendorong rumor tidak bersumber dari bukti yang sahih. Alur penyebaran isu ini pun dinilai tidak berjalan sendirian.
Nama lain yang ikut terseret adalah kuasa hukum dari pihak keluarga Kim Sae-ron. Aparat memeriksa pengacara itu karena diduga terlibat secara terorganisasi dan terencana dalam penyebaran rumor.
Menurut aparat, peran pengacara tersebut bukan hanya menyediakan materi tuduhan kepada Kim Soo-hyun. Ia juga diduga ikut menyebarkan rumor yang sudah beredar luas.
Ko Sang-rok, kuasa hukum Kim Soo-hyun, menyebut status hukum pengacara itu berubah menjadi tersangka setelah polisi menemukan dugaan keterlibatan sebagai kaki tangan. Ia juga menilai kasus seperti ini jarang terjadi, karena seorang pengacara bisa ikut terseret sebagai tersangka akibat bersekongkol dengan pelaku utama.
Di sisi lain, dampak rumor ini terhadap Kim Soo-hyun disebut sangat besar. Polisi menyoroti kerusakan pada reputasi sosial, stabilitas ekonomi, dan keberlanjutan karier sang aktor akibat tuduhan yang menyebar luas.
Aparat juga mengingatkan bahwa penyebaran rumor palsu yang terus berlangsung bisa memperburuk kondisi psikologis korban. Hal ini menjadi perhatian khusus karena Kim Soo-hyun disebut masih menjalani perawatan psikiatris.
Kim Se-ui sendiri membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya. Ia menyebut pengajuan surat perintah penangkapan oleh kejaksaan sebagai bagian dari konspirasi untuk menghambat aktivitas jurnalistiknya.
Dalam siaran langsung sehari sebelumnya, Kim Se-ui mengatakan dirinya justru berencana berangkat ke Hanoi, Vietnam, untuk menyelidiki kasus kekerasan seksual yang melibatkan seorang politisi terkemuka. Ia mengeklaim surat perintah itu dikeluarkan secara mendadak untuk menghentikan langkahnya tersebut.
Kasus ini kini berkembang dari sekadar rumor selebritas menjadi perkara hukum yang menyoroti kemungkinan manipulasi bukti dan penyebaran informasi palsu secara terstruktur. Polisi pun belum hanya berhenti pada pertanyaan soal benar atau tidaknya kabar hubungan itu, tetapi juga pada siapa saja yang diduga ikut menggerakkan penyebarannya.
Source: www.medcom.id




